Tersesat di Keramaian: Social Anxiety pada Remaja

Semua orang pasti akan melalui masa remaja. Masa remaja dikenal sebagai masa storm and stress. Mengapa demikian? Periode perkembangan remaja ditandai dengan perkembangan yang terjadi secara cepat dan signifikan pada aspek fisik, kognitif, dan sosio-emosional. Pada tahap perkembangan tersebut, remaja harus melalui masa-masa sulit dengan berbagai tantangan dan permasalahan sosial. Remaja akan mengalami mengalami masa pencarian jati diri dalam membentuk identitas diri. Remaja akan mengalami peningkatan kesadaran diri yang dikenal dengan egosentrisme sehingga remaja menghayati dirinya sebagai pribadi yang unik dan merasa orang lain sulit untuk memahami dirinya.
Peran Teman Sebaya
Peran teman sebaya dalam lingkungan sosial berperan penting dalam pembentukan identitas remaja karena itu mereka menghabiskan banyak waktu untuk berkumpul dengan teman sebaya termasuk juga melakukan konformitas dengan agar mendapatkan penerimaan yang positif dalam kelompok pertemanannya. Hanya saja, tidak semua remaja menganggap bahwa lingkungan sosial adalah tempat yang menyenangkan dan aman untuk mereka. Ketika berada di lingkungan sosial yang lebih luas, mereka menjadi takut, cemas, dan merasa tidak berdaya. Fenomena tersebut dikenal sebagai social phobia atau social anxiety disorder.
Apa itu Social Anxiety Disorder?
Social anxiety disorder adalah gangguan psikologis yang ditandai dengan rasa takut berlebihan terhadap situasi sosial atau ketika harus berinteraksi dengan banyak orang di lingkungan sosialnya. Dalam kondisi tersebut, mereka mengalami ketakutan dan kekhawatiran akan ditolak, dipermalukan, dan dihakimi. Gangguan ini dapat mengganggu fungsi sehari-hari dalam berinteraksi sosial dengan lingkungan sekitarnya. Mereka yang mengalami gangguan ini dapat merasa seperti tersesat di tengah keramaian. Remaja yang seharusnya banyak berinteraksi dengan teman sebaya dan mengeksplorasi lingkungan sekitarnya justru merasa terputus dan memilih untuk menghindar dari interaksi sosial yang intens.
Remaja yang mengalami social anxiety biasanya dimanifestasikan dalam berbagai bentuk. Seperti takut berbicara di depan kelas dan menghindari kegiatan sosial yang melibatkan banyak orang karena takut menjadi pusat perhatian. Ataupun menolak untuk bersosialisasi dengan kelompok pertemanan yang baru, serta menghindari penugasan dalam kelompok. Kecemasan sosial ini bukan disebabkan karena kurangnya keterampilan dalam bersosialisasi melainkan karena adanya ketakutan yang berlebihan akan penolakan. Mereka ingin tampil sempurna dan tidak ingin dinilai negatif oleh lingkungan sehingga pada akhirnya memunculkan kekhawatiran yang berlebihan ketika masuk ke dalam interaksi sosial.
Apa Saja Gejala-Gejalanya?
Remaja yang menunjukkan kecemasan sosial seringkali disalahartikan sebagai remaja yang memiliki sifat pendiam, pemalu, dan introvert. Oleh karena itu perlu memperhatikan gejala-gejala khas mereka yang mengalami kecemasan sosial, seperti:
- Ketakutan yang intens sebelum atau selama berinteraksi sosial
- Menghindari situasi sosial yang melibatkan banyak orang
- Sulit berbicara ketika tampil di depan umum
- Menarik diri dari pertemanan atau aktivitas sosial
- Sering mengkhawatirkan penilaian dan pendapat dari orang lain tentang dirinya
- Mudah merasa malu untuk kesalahan yang kecil
Jika gejala ini berlangsung secara konsisten lebih dari enam bulan dan sudah mengganggu fungsi sehari-hari, seperti fungsi akademik, sosial, dan lainnya maka perlu mendapatkan penanganan dan bantuan dari profesional seperti psikolog dan/atau psikiater.
Ditulis oleh Stefani Virlia, S.Psi., M.Psi., Psikolog.
Dosen Fakultas Psikologi Universitas Ciputra Surabaya
