Seni Resiliensi Anak Muda Masa Kini

Setiap orang termasuk anak muda pasti pernah mengalami masalah dalam hidupnya. Di tengah perubahan yang dinamis dan ketidakpastian, anak mudah dihadapi dengan perkembangan dan tuntutan zaman yang kompleks. Untuk dapat menyesuaikan diri dengan berbagai tantangan yang muncul di masa kini, perlu suatu ketangguhan untuk bangkit kembali dari kegagalan yang disebut dengan resiliensi. Resiliensi bukan hanya sekedar membahas tentang “kekuatan” melainkan seni untuk pulih, beradaptasi, dan tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik setelah mengalami berbagai tekanan, tuntutan, kegagalan, dan kesukaran.
Apa itu Resiliensi
Resiliensi adalah kemampuan dalam diri yang memampukan individu untuk bangkit kembali dari keterpurukan/kegagalan yang dialami. Mengapa anak muda perlu memiliki resiliensi? Resiliensi merupakan faktor protektif yang memampukan individu untuk merespon secara positif terhadap kondisi yang sulit. Tanpa resiliensi, individu akan semakin mengalami perasaan negatif yang berujung pada gangguan kesehatan mental, seperti depresi, gangguan cemas, dan sebagainya.
Resiliensi membantu individu untuk melakukan strategi penyelesaian masalah/koping terhadap permasalahan yang dihadapi. Sehingga individu tidak pasif, pasrah, berdiam diri namun melakukan upaya aktif untuk keluar dari situasi sulitnya. Resiliensi juga membantu individu untuk tetap memiliki harapan, bersyukur meskipun sedang berada di situasi sulit, dan tetap memiliki tujuan hidup yang bermakna.
Bagaimana Cara Mengembangkannya?
Darimana anak muda bisa mengembangkan resiliensi? Terdapat tiga sumber yang dapat dimanfaatkan oleh individu untuk mengembangkan resiliensi, yaitu:
- I am : Potensi yang berasal dari dalam diri.
- I have : Dukungan dan sumber eksternal dalam meningkatkan resiliensi.
- I can : Kemampuan yang dimiliki individu untuk memecahkan permasalahan yang dihadapinya serta mengelola perilaku atau tindakan dalam menyikapi situasi sulit yang dihadapinya.
Strategi 7C
Resiliensi bukan sesuatu yang dapat dibentuk secara instan melainkan memerlukan proses belajar. Terdapat strategi untuk mengembangkan resiliensi yang dikenal dengan istilah 7’C Model of Resilience, yaitu:
- Competence : Individu perlu diberi kesempatan untuk mengembangkan keterampilan tertentu. Penting bagi individu untuk mengenali, menggali, dan menemukan potensi, minat, bakat, hal yang disukainya sehingga kompetensi tersebut dapat semakin dikembangkan.
- Confidence : Individu perlu memiliki keyakinan diri untuk mengambil keputusan/tindakan dalam situasi yang sulit, tentunya keputusan tersebut sudah dipertimbangkan dengan matang dengan segala konsekuensinya dan mendapatkan masukan/umpan balik dari orang lain yang dipercaya. Jangan takut untuk mencoba suatu peluang/kesempatan yang positif.
- Connection : Individu perlu bergabung dan menjadi bagian dari komunitas yang positif. Melalui komunitas tersebut, individu merasa memiliki teman diskusi dan teman untuk berbagi. Tidak hanya itu, mereka juga mendapatkan mentor yang dapat memberikan masukan yang membangun.
- Character : Individu perlu mempertahankan karakter yang positif meski berada dalam situasi yang sulit; bangun fondasi karakter takut akan Tuhan sehingga tetap dapat membedakan mana yang benar dan baik untuk dilakukan dan mana yang tidak.
- Contribution : Situasi sulit tidak menghalangi individu untuk memberikan kontribusi yang bermanfaat dan positif bagi lingkungan; memiliki empati dan kepedulian dan tidak segan untuk menolong orang lain.
- Coping : Individu perlu melakukan strategi koping yang sehat untuk mengelola stres yang dialami. Beberapa strategi melibatkan keterlibatan dan memecah tantangan yang tampaknya mustahil menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan dapat dicapai sehingga menjadi lebih realistis untuk dicapai.
- Control : Ketika individu menyadari bahwa mereka dapat mengendalikan keputusan dan tindakan mereka, mereka lebih mengetahui bahwa mereka memiliki apa yang diperlukan untuk bangkit kembali.
Ditulis oleh Stefani Virlia, S.Psi., M.Psi., Psikolog.
Dosen Fakultas Psikologi Universitas Ciputra Surabaya
