Berkarya dan berprestasi di dalam negeri maupun luar negeri sudah cukup sering dilakukan oleh mahasiswa maupun dosen PSY UC. Menambah deret karya PSY UC, pada akhir bulan Juli lalu, dekan kita, Ibu Jenny Lukito Setiawan menunjukkan eksistensinya di kancah internasional.

Pada tanggal 23 Juli yang lalu, Ibu Jenny terbang ke negeri sakura untuk mengikuti Asian Congress of Health Psychology yang ke-6 (ACHP 2016). Acara yang berlangsung selama dua hari ini mengumpulkan para health psychologist se-Asia untuk membagikan hasil penelitian maupun practice mereka masing-masing. Berlangsung di PACIFICO Yokohama, acara ini terdiri atas beberapa lecture, simposium, workshop, maupun presentasi poster.

IMG_0246s
Ibu Jenny menjadi discussant simposium ACHP

Ibu Jenny sendiri menjadi seorang discussant di simposium Positive Psychology Intervention and Public Health. Sebagai seorang discussant, beliau bertugas untuk membahas kembali apa yang telah dipaparkan para pembicara dan menstimulasi audience untuk bertanya. Di samping menjadi discussant, Ibu Jenny juga diundang menjadi pembicara pada simposium Health and Well-Being. Beliau menyampaikan hasil penelitiannya yang berjudul “Happiness among sojourner students”, di mana ditemukan bahwa kecenderungan ekstrovert, dukungan sosial, dan resilience efficacy mempengaruhi kebahagiaan.

IMG_0350s
Presentasi di Simposium Health and Well-Being

Setelah mengikuti rangkaian kegiatan ACHP 2016, Ibu Jenny mengikuti satu konferensi lagi, yaitu International Congress of Psychology ke-31 (ICP 2016) yang diadakan di venue yang sama. ICP 2016 berlangsung selama 6 hari, 24-29 Juli, dan dihadiri oleh para ilmuwan, praktisi, dan mahasiswa psikologi dari 90 lebih negara sedunia. Topik-topik yang dibahas pun sangat beragam, mulai dari cabang ilmu psikologi dasar sampai cabang ilmu psikologi yang applied, seperti psikologi konsumen, psikologi industri dan organisasi, dan psikologi musik.

Ibu Jenny hadir untuk memberikan Invited Address yang berjudul “What should be taken into account when designing marriage enrichment programs?” pada Senin, 25 Juli 2016. Pada kesempatan ini, Ibu Jenny membagikan hasil dari dua penelitian yang telah dilakukannya di bidang pernikahan. Salah satu implikasi hasilnya adalah bahwa komunikasi dan waktu luang bersama ditemukan penting untuk membangun kepuasan pernikahan.

Jpeg
Ibu Jenny dengan seorang rekan, Prof. Akira Tsuda

Saat ditanya sejak kapan dan bagaimana persiapan yang beliau lakukan untuk 2 conference ini, Ibu Jenny mengungkapkan bahwa semua dimulai dari penelitian yang sudah dilakukan jauh-jauh hari. “Untuk ACHP, penelitiannya sudah dilakukan sejak tahun lalu (2015). Untuk ICP, penelitian dilakukan dari awal tahun ini. Dari penelitian, awalnya rancangan, pengumpulan data, analisis, hingga mengirimkan abstrak ke conference.” Menjelang keberangkatan, beliau juga melakukan persiapan intens selama 1 bulan untuk menuangkan temuan dan ide ke dalam bentuk yang lebih mudah dipahami.