Gadget seringkali dipandang sebagai media yang mengganggu proses belajar. Belajar dikit, main gadget, belajar dikit, main gadget. Kira-kira begitu siklus kita ketika belajar. Namun, gadget dan media sosial sebenarnya bisa kita manfaatkan untuk hal berguna, seperti membangun personal branding pada remaja sehingga dapat menunjang karir.

Salah satu dosen kita, Pak Jony Eko Yulianto hadir sebagai pembicara pada seminar yang bertema “Dengan Gadget Sehat, Pemuda Lebih Bermartabat”. Acara ini dilaksanakan pada Jumat, 28 Oktober 2016 di SMA Katolik Stella Maris Surabaya. dengan peserta anggota OSIS SMA se-Surabaya.

55812_0

Pada acara tersebut, Pak Jony menceritakan kisah gadis asal Yordania yang bernama Nina Mufleh. Ia menggunakan sosial media untuk mempromosikan karyanya. Gadis tersebut ingin sekali bekerja di Airbnb namun ia sadar bahwa ia memiliki banyak saingan sehingga ia membuat blog nina4airbnb.com. Di sana, ia menulis usulannya untuk Airbnb, apa yang bisa diimprove, apa yang kurang, mengapa ia melamar, dan bagaimana ia dapat berkontribusi. Usahanya ini ternyata berhasil mendapat dukungan ratu Yordania yang ikut meng-tweet postingannya ke Brian Chesky, co-founder dan CEO Airbnb.

nina4airbnbDari cerita tersebut, ada beberapa poin yang bisa diambil. Dalam sosial media, DO: Mempelajari kekuatan perusahaan, seperti Nina yang mempelajari kekuatan Airbnb, merancang ide kreatif dan inovatif, serta berkomunikasi dengan opinion leader via media sosial. Dalam sosial media, DON’T: memposting konten yang merusak citra diri. Hal itu dapat menyebabkan kita gagal membangun personal branding yang baik.

55813_0