Kebiasaan Digital: Studium Generale UC Kupas Tuntas
Surabaya, 6 Maret 2025 — Fakultas Psikologi Universitas Ciputra (UC) sukses menyelenggarakan Studium Generale yang mengangkat tema krusial di era modern: “Scroll, Click, Repeat: The Science of Digital Habits and How to Break Them”. Acara ini menghadirkan Ms. Vinorra Shaker, pakar dari APU atau Asia Pacific University of Technology & Innovation, Malaysia.
Ms. Vinorra Shaker memaparkan secara mendalam mengenai psikologi di balik kebiasaan penggunaan smartphone yang seringkali menjebak kita. Ia menjelaskan bagaimana algoritma media sosial dan desain aplikasi dirancang untuk memicu respons dopamin, yang membuat kita terus-menerus kembali ke layar.
Ms. Vinorra menyampaikan banyak dari kita tidak menyadari bahwa kita telah mengembangkan kebiasaan digital yang tidak sehat. Maka dari itu, kita perlu memahami sains di balik kebiasaan digital ini agar dapat mengambil kendali kembali.
Dampak Negatif Kebiasaan Digital
Ms. Vinorra juga menyoroti dampak negatif dari kebiasaan digital yang berlebihan, seperti gangguan tidur, penurunan konsentrasi, dan peningkatan risiko depresi. Ia menekankan pentingnya membangun kesadaran diri dan menetapkan batasan yang jelas dalam penggunaan teknologi.
Strategi Mengatasi Kecanduan Layar
Para peserta Studium Generale kemudian diajak untuk berdiskusi mengenai strategi praktis dalam mengatasi kecanduan layar. Ms. Vinorra memberikan tips-tips sederhana, seperti mematikan notifikasi yang tidak penting, menetapkan “zona bebas smartphone” di rumah, dan mencari aktivitas alternatif yang lebih bermanfaat.
Ms. Vinorra mengatakan bahwa mengubah kebiasaan digital memang tidak mudah, tetapi sangat mungkin untuk dilakukan. Kuncinya adalah konsistensi dan kesabaran.
Dengan demikian, Fakultas Psikologi Universitas Ciputra berkomitmen untuk terus menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang relevan dengan isu-isu psikologi kontemporer. Studium Generale ini merupakan salah satu upaya untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan di era digital.
Ditulis oleh Mopheta Audiola Dorkas
11 Maret 2025
