Kecanduan Gadget pada Anak SD

kecanduan gadget anak

Fenomena kecanduan gadget pada anak menjadi fenomena yang sangat mengkhawatirkan di era digital saat ini. Menurut Komisi Perlindungan Anak Indonesia, lebih dari 71,3% anak usia sekolah memiliki gadget dan memainkannya dalam porsi yang cukup lama dalam sehari. Serta sebanyak 79% responden anak boleh memainkan gadget selain untuk belajar. Hal ini menimbulkan kemungkinan untuk anak-anak usia sekolah mengalami kecanduan bermain gadget.  

Dampak Penggunaan Gadget Terhadap Anak

Penggunaan  gadget pada anak dapat memberikan 2 dampak pada anak tersebut, yaitu dampak positif dan dampak negatif.

Dampak Positif 

Hasil studi Syifa, dkk. (2018) menyimpulkan bahwa penggunaan gadget berdampak positif terhadap perkembangan psikologi anak, lebih tepatnya dalam ranah kognitif dan afektif. Dampak positif mencakup:

  • Meningkatkan kreatifitas.
  • Meningkatkan kemampuan bersosialisasi.
  • Kemudahan dalam mengakses informasi sehingga anak memiliki pengetahuan yang luas.
Dampak Negatif

Selain dari dampak positif, terdapat juga dampak negatif dari penggunaan gadget terhadap pertumbuhan anak. Berdasarkan studi Rahayu dkk. (2021), gadget dapat menghambat perkembangan berbicara dan bahasa anak. Anak yang terlalu banyak menggunakan gadget sangat mungkin mengalami keterlambatan dalam berbicara.  Hal ini diakibatkan karena anak lebih fokus dengan gadgetnya dan kurang melakukan interaksi dengan sekitarnya. Rahayu dkk. (2021), menjelaskan bahwa pengaruh buruk pada pembentukkan karakter anak dapat disebabkan oleh penggunaan gadget melalui konten-konten yang kurang baik.

Peran Penting Orang Tua Dalam Mengawasi Penggunaan Gadget

Peran orang tua tidak hanya memberitahu kepada anak mengenai bahaya penggunaan gadget yang berlebihan. Tetapi orang tua juga memiliki peran untuk mendidik anak dalam menggunakan gadget dengan sebaik mungkin. Hal ini dilakukan agar anak dapat menggunakan gadget untuk melihat, mencari, dan mendapatkan sesuatu hal yang baik dan bermanfaat. 

Kolaborasi antara orang tua dan sekolah juga sangat dibutuhkan. Kolaborasi ini dilakukan untuk memastikan pesan yang orang tua sampaikan dapat diterapkan dan didukung pada saat di sekolah (Fahriah, 2023). Hal ini bertujuan agar anak bisa lebih memahami bahaya dari penggunaan gadget berlebih. Serta agar anak dapat menggunakan gadget untuk tujuan yang tepat dan juga anak dapat menggunakan gadget untuk kegiatan pembelajaran atau kegiatan yang bermanfaat untuk pengetahuan anak.

Langkah Untuk Mencegah Kecanduan Gadget Anak

Berikut adalah hal-hal yang dapat dilakukan oleh orang tua untuk mengurangi resiko kecanduan gadget pada anak.

  • Membatasi Waktu Penggunaan Gadget (Rika Widya, 2020): Orang tua dapat membuat sebuah jadwal harian yang dapat memastikan anak tidak menghabiskan waktu yang berlebihan saat menggunakan gadget mereka. 
  • Mengawasi Penggunaan Gadget Anak: Dengan ini, orang tua dapat memastikan bahwa anak mereka mengakses konten-konten yang sesuai dengan usia mereka. Pendampingan orang tua dalam penggunaan gadget dapat mengurangi dampak negatif terhadap perkembangan anak.
  • Menciptakan Wilayah Bebas Gadget di Rumah: Hal ini dapat membantu mencegah kecanduan gadget pada anak. Misalnya, melarang sang anak untuk memakai gadget di ruang makan atau ruang tengah. Peraturan ini dapat membantu anak untuk memahami bahwa ada waktu dan tempat tertentu untuk menggunakan gadget mereka.
  • Mengedukasi Anak Mengenai Bahaya Gadget: Mengedukasi  mereka tentang bahaya penggunaan gadget yang berlebihan merupakan hal penting agar mereka menyadari dampak negatif yang dapat muncul.

Ditulis oleh:
Agnessa Maria Sitepu
Karyn Tanlia
(Mahasiswa Fakultas Psikologi, Universitas Ciputra Surabaya)

Dibimbing oleh:
Dr. Cicilia Larasati Rembulan, S.Psi, M.Psi, Psikolog.,
(Dosen Fakultas Psikologi Universitas Ciputra Surabaya)