Heyho, Psyers! Masih menikmati liburanmu? Jangan lupa 1 Februari 2016 nanti, pengurusan Kartu Rencana Studi Semester Genap 2015-2016 akan dimulai! Jadi pastikan kamu nggak ketinggalan ya.
Banyak sekali huru-hara, kabar-burung, gosip, atau apapun itu istilahnya yang bertebaran seputar KRS. Nah, daripada menebak-nebak, berikut adalah informasi akurasi tingkat tinggi menjawab 6 Pertanyaan Hits KRS Genap 2015-2016! Langsung dari sumber informasi tangan pertama Ibu Cicillia Larasati Rembulan, M.Psi., Psi., kepala program studi Psikologi Universitas Ciputra. Here we go!
1. Nyantai aja, ngga harus datang, toh KRS BISA DIWAKILKAN?
Soal KRS bisa diwakilkan memang FAKTA sih. Karena kamu bisa memberi kuasa bagi teman atau kerabat untuk mengurus KRS atas nama dirimu. Syaratnya, kamu harus menyertakan SURAT KUASA Bermaterai & Bertandatangan (download format surat di sini) bagi perwakilanmu tersebut dan diserahkan pada saat ia mewakilimu menghadiri konsultasi dengan dosen Penasihat Akademik terkait KRS.
TAPI TAPI TAPI… pada hakikatnya sih, KRS itu tidak diwakilkan lho. Mengapa? Karena ini adalah RENCANA STUDIMU, bukan rencana studi perwakilanmu. Jadi sudah searusnya kamu yang bertemu langsung dengan dosen PA, agar dosen PA juga bisa mengetahui langsung keperluanmu dan mungkin kendala-kendala yang kamu hadapi.
2. Hmmm… Tapi Kan Sudah KRS ONLINE. Kenapa harus ketemu Dosen PA lagi? Pesawatnya mahal, Coyyy!
Haduduuu… jadi gini, seperti yang sudah disebutkan di atas, agar Dosen PA juga bisa memahami langsung keperluan studi sesuai kapasitas dan kebutuhanmu. Jangan lupa KRS Online tersebut belum secara resmi fix dan sangat mungkin dapat berubah. Berikut adalah beberapa HAL AMIT-AMIT YANG MUNGKIN TERJADI :
• SALAH AMBIL mata kuliah. Bisa jadi karena kesalahan teknis saat kamu melakukan krs online, salah membaca panduan alur studi, ataupun karena adanya TRANSISI KURIKULUM. Perlu dipahami bahwa beberapa mata kuliah adalah mata kuliah berantai. Jadi kalau belum memenuhi standar mata kuliah A, bisa-bisa tidak bisa melanjutkan ke mata kuliah B di semester-semester berikutnya.
• Mata KULIAH BERANTAI TIDAK DIBUKA di SEMESTER BERIKUTNYA. Apalagi jika di masa transisi kurikulum. Niatnya mau diambil di semester selanjutnya, eh ternyata karena transisi kurikulum baru, mata kuliah tersebut tidak dibuka. Kan jadi panjang masalahnya tuh. Teman-teman seangkatan sudah lulus mata kuliah itu dan bisa melanjutkan, kamu harus menunggu bersemester-semester untuk ikutan mata kuliah tersebut.
Tadinya mau HEMAT BIAYA PESAWAT, ehhhh boros biaya SPP dan SKS, boros waktu, boros biaya hidup, BAHKAN BISA MENUNDA KELULUSAN juga.. kan jadi nyusahin diri kamu sendiri.
• Teman Tidak Memahami Kendala yang kamu Alami. Beberapa kali terjadi kasus di mana mahasiswa menghadapi kesulitan akademis, permasalahan pribadi atau keluarga, bahkan kesulitan ekonomi yang menghambat kehidupan perkuliahannya. Eh karena nggak hadir saat KRS, Dosen PA pun tidak mengetahui hal tersebut, tiba-tiba udah chao nggak kuliah lagi karena merasa tidak ada jalan keluar. Nah, soal yang begini-begini, nggak semua dari kita nyaman untuk ‘menitipkannya’ kepada teman yang mewakili KRS kita. Nggak heran dong, kalau dosen PA menanyakan ini itu tentang dirimu, kawan kita cuma bisa bilang : Meneketehee.. ^^
Kalaupun kita titipkan, kitalah yang paling memahami kesulitan dan kendala apa yang kita alami. Dengan menghadiri KRS, kita bisa berkonsultasi langsung dengan dosen PA agar bisa dicarikan solusi yang paling memungkinkan. Misalnya jika kamu membutuhkan bantuan beasiswa, dosen PA lah bisa membantu mengupayakan opsi-opsi yang mungkin tersedia di universitas bagimu. Seperti yang dikatakan Dumbledore di seri film Harry Potter “Pertolongan selalu diberikan bagi mereka yang meminta” #eciyeee.
3. Kalau Tidak Mengalami Kendala dan Sudah Memastikan KRS Onlinenya Ngga Eror? Tetep harus datang?
*Tarik napas panjang* Fiuhhh… gini agan sista yang ganteng dan cantik, kamu tetap direkomendasikan untuk datang konsultasi dengan dosen PA. Kali ini terkait ROADMAP PERKULIAHAN kamu. Dari konsultasi dengan dosen PA biasanya muncul-muncul insight-insight, masukan-masukan juga sesuai kondisi dan kebutuhanmu. Misalnya nih, KRS onlinenya memang ngga eror dan semula kamu pun merasa yakin 2000% kalau semester depan kamu ingin merencanakan studimu seperti itu. Tapi setelah ngobrol-ngobrol dengan dosen PA ada alternatif lain yang bisa membuat studimu lebih efektif bagimu.
Contoh nih, ternyata ada mata kuliah yang lebih baik tidak diambil di semester ini karena ada mata kuliah lain yang bisa jadi lebih penting. Atau skenario buruknya, ternyata setelah ditarik ke belakang, ternyata ada 3 mata kuliah yang nilai akhirnya D. Padahal menurut pedoman studi, maksimal nilai D hanya boleh 2 mata kuliah. Naaaahhh… di sini kamu bisa ngobrol banyak dengan dosen PA, sebaiknya langkah apa yang harus kamu ambil agar tidak sampai mengakibatkan terlalu banyak resiko berbahaya bagi perkuliahanmu.
Setelah itu, tentu kamu harus MENGULANG KRS ONLINE berdasarkan keputusan final. Kalau kamu membiarkan teman kamu harus krs online lagi, ngeprint lagi, ke dosen lagi minta tandatangan BUAT KAMU, kan teman kamu jadi lelah ampun-ampunan kerepotan. Emang kalau kamu jadi dia, engga capek direpotin begitu? Sungguh teganya teganya teganyaaaa~.
*To be continued
