Gimana sih cara agar bisnis kita sukses? Menurut Samuel Lie, owner Common Grounds Surabaya, dalam mendirikan bisnis, kita harus mencari jalan tengah antara apa yang diinginkan konsumen dan apa yang diinginkan bisnis kita. Jika kita serta-merta memberikan apa yang diinginkan konsumen, maka kita bisa rugi. Sedangkan, jika kita hanya memperhatikan kepentingan kita sebagai pebisnis, yakni mencari keuntungan sebesar-besarnya, konsumen takkan mau membeli produk kita. Dengan mencari jalan tengah di antara keduanya, konsumen akan puas dan penjual pun untung.
Nah, untuk memahami konsumen, ilmu psikologi memainkan peran besar. Simpelnya, psikologi mempelajari manusia dan konsumen adalah manusia. Begitulah yang disampaikan oleh Samuel Lie, entrepreneur di bidang Food and Beverage sekaligus alumnus PSY UC angkatan 2009, pada kuliah kunjungan mata kuliah Psikologi Konsumen ke Common Grounds di Galaxy Mall, Surabaya.

Berlangsung pada hari Senin, 7 November 2016, sebanyak kurang lebih 40 mahasiswa PSY 2015 hadir mendengarkan beliau membagikan pengetahuan dan pengalamannya berbisnis sejak masih kuliah. Menurut beliau, “Pahami konsumen dan tambahkan value yang juga sesuai dengan konsumen,” adalah hal yang penting. Memahami konsumen tidak bisa hanya dari penghasilan mereka, namun meriset siapa mereka, usia, datang bersama siapa, dan masih banyak lainnya.
Ketika kita sudah memahami konsumen kita, kita perlu menyesuaikan bisnis kita dengan perilaku mereka. Misalnya jika target konsumen kita adalah mahasiswa, maka media sosial yang dapat kita manfaatkan untuk menjangkau mereka adalah Instagram, yang sering mereka gunakan. Untuk jam postingnya, kita juga sebaiknya mengupload postingan pada jam di mana mereka pasti melihatnya, yaitu ketika mereka baru bangun tidur, jam 7-8 pagi. Dengan men-share konten yang sesuai pada jam yang sesuai dengan mereka, kita bisa menggaet perhatian mereka.

Menurut Saraswati Stefannie (PSY 2015), “(Kuliah kunjungan ini) sangat berguna karena mendapat pengetahuan langsung dari praktisi yang menjalankan bisnis, seperti jika ingin membuka restoran, perlu memperhatikan lokasi dan habit konsumen di sana. Kuliah ini juga menyenangkan karena ada suasana baru, bisa belajar di luar kelas yang biasanya.”
