“Apakah orang yang menyakiti kita bahagia?”

Merupakan pertanyaan pembuka sesi kuliah tamu yang dibawakan oleh Dedy Susanto pada tanggal 4 May lalu. Penulis buku pemulihan jiwa edisi 1-7 ini menuturkan bahwa tidak ada orang yang bahagia ketika menyakiti orang lain, justru karena mereka tidak memiliki kebahagiaan, mereka tidak tahu bagaimana memberikan kebahagiaan kepada orang lain.

Beliau juga memberikan penjelasan secara ilmiah bahwa otak manusia itu memiliki kemampuan bertahan yang luar biasa, karena otak manusia sendiri terdiri dari 100 miliar neuron dimana ketika orang yang mengalami sakit hati hanya mempengaruhi sekitar 100 ribu dari neuron otaknya. Beliau juga menjelaskan lebih lanjut bahwa karena letak bagian otak yang mempengaruhi emosi berdekatan degan bagian otak yang mempengaruhi daya ingat, individu yang mengalami sakit hati mengakibatkan terganggunya daya ingatnya, contohnya orang yang sedang galau akan terganggu proses belajarnya.

“Let time Heals”

Merupakan kalimat yang tidak asing bagi kita terutama ketika kita mengalami kesedihan, namun sebenarnya waktu tidak pernah memulihkan luka yang timbul sebelumnya. Menurut beliau hal ini dibuktikan melalui lansia, yaitu mereka masih mampu merasakan perasaan yang melukainya di masa mudanya. Hal-hal yang melukai kita bukan kita lupakan atau hilang, namun terpendam dalam alam bawah sadar kita.

IMG_20170514_132204_894[1]IMG_20170514_132204_895[1]