Pada Kamis, 26 Oktober 2017 yang lalu, MED-PSY Center Fakultas Psikologi Universitas Ciputra mengadakan acara potluck dan sesi sharing. Setiap anggota MED-PSY, lab psikologi yang membahas isu-isu kesehatan mental serta psikologi pendidikan dan perkembangan, membawa camilan untuk dimakan bersama. Sembari menikmati makanan dan minuman yang ada, para anggota MED-PSY, baik dosen maupun mahasiswa, mendengarkan sharing menarik dari Ibu Prof. Dra. Jenny Lukito Setiawan, M.A., Ph.D., Psikolog.

Ibu Stefani Virlia, M.Psi., Psikolog selaku Koordinator MEDPSY Center membuka kegiatan

Kali ini, Prof. Jenny menceritakan pengalamannya berkunjung ke Parenting & Family Support Center di University of Queensland, Australia pada bulan September yang lalu. Kunjungan yang beliau lakukan berkaitan dengan penelitiannya mengenai co-parenting dan kepuasan pernikahan. Beliau melakukan kunjungan untuk mengetahui produk-produk  parenting yang dikembangkan oleh unit tersebut. Parenting & Family Support Center di University of Queensland ternyata melakukan beragam penelitian dalam rangka pengembangan produk bernama Triple P Positive Parenting Program.

Triple P Positive Parenting Program adalah sebuah program parenting yang sudah digunakan di 25 negara di dunia. Program ini membantu orangtua untuk membangun hubungan positif yang kuat dengan anak-anak mereka. Program ini juga dapat mencegah perilaku bermasalah dan membentuk perilaku baru pada anak-anak. Triple P dikomersialisasikan dalam bentuk paket-paket sesuai karakteristik konsumen, seperti orangtua yang memiliki bayi, orangtua yang memiliki anak remaja, hingga orangtua yang sudah menjadi kakek-nenek. Salah satu isi dari paket program Triple P program adalah leaflet-leaflet yang membahas banyak isu yang biasa dialami orangtua ketika membesarkan anak. Contohnya apa yang perlu diketahui dan dilakukan orangtua ketika menghadapi anak yang merengek dibelikan mainan.

Prof. Jenny mengungkapkan kekagumannya akan kekuatan utama produk Triple P Positive Parenting Program, yakni sifatnya yang evidence-based. Sebelum dilepas untuk dijual, produk diujicobakan dengan melakukan penelitian eksperimental untuk melihat efektivitasnya, apa benar-benar memberikan efek atau tidak. Produk tidak dipasarkan atas dasar asumsi akan memberikan dampak, melainkan karena sudah terbukti berdampak melalui penelitian.

Selain melakukan penelitian dan mengembangkan produk, Parenting & Family Support Center University of Queensland juga bertugas melatih trainers yang membeli produk ini. Trainers ini akan melatih pelatih lain, guru, maupun orangtua yang ingin memakai program ini. Semua materi dan aktivitas sudah terstandarisasi sehingga kualitas hasilnya terjaga.

Menurut Prof. Jenny, psikologi dan entrepreneurship selalu dapat dikombinasikan. Triple P Positive Parenting Program adalah bisnis yang berbau psikologi. Hampir semua dari kita akan menjadi orangtua, namun kita tidak pernah belajar bagaimana cara menjadi orangtua. Program ini menjawab kesenjangan itu. Ketika mengembangkan produk pun, pemahaman dan penguasaan teknik meneliti yang telah diajarkan dalam psikologi juga penting. Memiliki produk yang sudah benar-benar terbukti efektif adalah suatu kekuatan. Apa yang dilakukan oleh Parenting & Family Support Center University of Queensland juga dapat kita lakukan dalam mengembangkan produk.

Para mahasiswa yang mengikuti sesi sharing mengaku mendapatkan inspirasi baru. Agata Sofia (PSY 2017), seorang mahasiswi tingkat pertama, mengaku bahwa matanya “dibukakan”. Ia belajar bahwa ternyata riset juga bisa menghasilkan. Sedangkan, Pyaperlita (PSY 2015) mengungkapkan kekagumannya terhadap transfer pengetahuan yang dilakukan oleh pengembang produk ke konsumen sehingga kualitas bisa terjaga. Selain itu, ia juga mendapat insight bahwa, “Nilai plus yang bisa ditawarkan orang psikologi adalah evidence-based, yaitu terbukti melalui penelitian.”

Foto bersama dosen dan mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini