Kuliah Tamu Social Psychology "Socio-Psychological Needs and Social Media Disclosure

Pada 27 April 2017 yang lalu, PSY UC berkesempatan mengundang Bapak Dr. Rahkman Ardi, M.Psych. untuk memberikan kuliah tamu pada Mata Kuliah Social Psychology. Beliau menempuh pendidikan S1nya di Fakultas Psikologi Unair dan memperoleh predikat lulusan terbaik. Pendidikan S2 beliau tempuh di Ural Federal University Rusia, sedangkan pendidikan S3 beliau tempuh di University of Warsaw. Adapun area interest beliau adalah psikologi sosial, psikologi lintas budaya, dan psikologi media maya.

IMG_0956s

Dalam kuliah tamu ini, beliau mengangkat tema mengenai digital natives. Digital natives adalah sebutan bagi para individu yang tumbuh seiring dengan perkembangan teknologi sehingga mereka terbiasa untuk multitasking dan memakai perangkat teknologi.

Menurut Bapak Rahkman Ardi, setiap teknologi mengubah gaya hidup, pola pikir, kebutuhan, dan perilaku seseorang. Contohnya saja, keberadaan sosial media membuat seseorang memiliki kebutuhan untuk populer. Batas privasi pun telah berubah. Hal-hal yang dulu dianggap pribadi, sekarang dipublikasikan di media maya.

IMG_0969s

Apakah kamu pernah merasa lebih bebas berekspresi di media maya? Pertanyaan itu dilontarkan narasumber kepada para mahasiswa yang mengikuti kuliah tamu tersebut. Mayoritas mereka menjawab iya, dengan alasan bahwa mereka tidak langsung bertatap muka dengan lawan bicara. Menurut Bapak Rahkman Ardi, orang merasa bebas karena derajat anonimitas yang ditawarkan oleh sosial media. Seseorang bisa menjadi siapapun yang ia inginkan di sosial media.

Konsep lain yang dikenalkan beliau kepada para mahasiswa adalah asynchronity. Konsep ini menjelaskan bahwa dalam berkomunikasi melalui media maya, selalu ada jeda waktu. Pesan bisa diedit kapan pun dan seberapa lama pun sebelum dikirim kepada orang yang dituju. Kita bisa meng-google kata-kata romantis terlebih dahulu sebelum mengirimkannya kepada pacar kita. Hal itu tentu saja sulit untuk dilakukan ketika kita sedang bercakap-cakap langsung dengannya.

IMG_0956s

Beliau juga mengungkapkan bahwa apa yang menjadi kekuatan dari teknologi juga dapat menjadi kelemahan teknologi. Anonimitas, misalnya, bisa membantu orang-orang yang mungkin kurang percaya diri tampak langsung di depan umum, namun juga bisa memudahkan perilaku-perilaku yang melanggar norma untuk muncul.

Para mahasiswa cukup antusias dalam mengikuti kuliah tamu ini. Mereka juga tak segan-segan untuk mengangkat tangan dan bertanya kepada sang narasumber. Jeda istirahat juga mereka manfaatkan untuk berdiskusi dengan Bapak Rahkman Ardi.