Salah satu dosen kita, Jony Eko Yulianto, S.Psi., M.A. baru saja mempublikasikan tulisannya yang berjudul “Interpretasi Indeks Inovasi Indonesia” di harian Bisnis Indonesia pada 2 September 2016. Namun, ternyata, beberapa bulan yang lalu, tepatnya pada 3 Maret 2016, beliau telah berhasil mempublikasikan tulisan sejenis dengan tema entrepreneurship di koran Kontan. “Interpretasi Indeks Kewirausahaan Global Indonesia”, demikian bunyi judulnya. (dapat dibuka di http://analisis.kontan.co.id/news/interpretasi-indeks-kewirausahaan-global-1)

1473168123534_1
Penasaran bagaimana ceritanya kedua artikel Pak Jony bisa terpublikasi? Sekaligus ingin tahu caranya agar kita bisa mempublikasikan tulisan kita di media massa? Yuk simak hasil wawancara jurnalis PSY UC dengan Pak Jony:

 

pak-jony

Bagaimana ceritanya sampai Bapak bisa mempublikasikan tulisan mengenai interpretasi indeks kewirausahaan maupun inovasi Indonesia?

“Pertama, saya itu suka untuk nunggu monograf atau laporan penelitian yang dikeluarkan oleh berbagai unit riset di seluruh dunia. Itu memang hobi saya dari dulu. Nah, saya merasa, ketika saya bergabung dengan UC, saya menyadari ada keunggulan entrepreneurshipnya. Saya bergabung dengan Fakultas Psikologi, sehingga saya harus menulis sesuatu yang merupakan irisan psikologi dan entrepreneurship, karena di bidang itulah, ketika saya bicara, saya akan didengar.

Jadi, ini sebenarnya bagaimana kita aware dengan posisi kita. Dengan tahu posisi kita, kita tahu potensi kita. Kita juga mengerti cara untuk memakai kekuatan itu menjadi kekuatan kita.

Entrepreneurship sangat dekat dengan psikologi. Dengan ilmu psikologi yg kita punya, pasti perilaku itu bisa dijelaskan, dalam hal ini perilaku kewirusahaan. Indeks kewirausahaan mengukur seberapa negara memberikan ruang untuk entrepreneurship bisa tumbuh. Ternyata, Indonesia peringkatnya jelek. Mengapa jelek? Saya lalu melihat indikator-indikatornya, bagaimana itu diukur. Kemudian, saya menganalisisnya dengan teori-teori psikologi, dengan konsep-konsep dalam psikologi.

Mengapa kewirausahaannya rendah? Ternyata, orang mendapat banyak tekanan, padahal kreativitas, menurut teori, tidak mungkn muncul dalam tekanan.

Sedangkan, melalui indeks inovasi, kita ingin tahu seberapa negara itu inovatif atau tidak. Indikatornya ada banyak. Kita bisa melihat aspek mana yang tinggi, rendah, dan sedang. Kemampuan seperti ini, yakni mengabstraksi data sering kita latih di penelitian-penelitian psikologi.

Lalu, karena saya suka menulis ya saya tulis. Saya kirimkan ke surat kabar. Setiap surat kabar pasti punya kolom opini, yang membuka ruang bagi publik luas untuk memasukkan opini. Emailnya dapat mudah ditemukan di surat kabar tersebut atau di internet, di mana ada banyak kompilasi email kolom opini di semua surat kabar.

Fungsinya menulis ya untuk dibaca. Ya kenapa tidak dibaca lebih banyak orang? Sebuah tulisan bisa bermanfaat jika dipublikasikan.

*Artikel bersambung ke PART 2