Fakultas Psikologi Universitas Ciputra kembali mengadakan acara Psychocamp, camping seru bagi para mahasiswa angkatan terbaru. Kali ini Psychocamp diikuti oleh sebanyak 34 orang mahasiswa-mahasiswi PSY 2017 yang didampingi oleh Ibu Fransisca Wardhani, M.Psi., Psikolog, Ibu Stefani Virlia, M.Psi., Psikolog serta beberapa mahasiswa tingkat atas selaku fasilitator.

Acara yang diadakan di Wisma Dordia, Pacet, pada Jumat-Sabtu, 13-14 Oktober 2017 yang lalu. Pada hari pertama, para peserta berangkat ke lokasi camping. Siang harinya mereka mengikuti sesi yang berjudul “What am I Living For?” di mana mereka belajar untuk melihat citra diri, kelebihan dan kekurangan diri mereka. Tak hanya itu, Ibu Fransisca sebagai fasilitator menanamkan bahwa memiliki tujuan hidup itu penting.

Sore harinya para peserta menampilkan talenta dan kreativitas mereka dalam talent show. Ada yang menampilkan dance, drama, hingga stand up comedy. Setelah itu, para peserta masuk ke sesi “Caring Each Other”. Di sesi yang dibawakan oleh Ibu Stefani ini, para peserta diajak untuk memahami latar belakang diri dan teman. Pepatah berkata tak kenal maka tak sayang. Oleh karena, dengan mengenal satu sama lain, mereka bisa makin sayang. Selain itu, latar belakang yang berbeda ini adalah alasan mengapa setiap dari kita memiliki cara yang berbeda saat berinteraksi. Dengan memahami latar belakang masing-masing, para mahasiswa diharapkan dapat lebih toleran sehingga konflik dapat diminimalisir.

Pada sesi 3, para peserta masuk ke bagian acara yang lebih intens, yaitu sesi sharing pengalaman. Mahasiswa PSY 2017 saling menceritakan pengalaman hidup, kecemasan, maupun kekhawatiran mereka. Cerita-cerita yang ada mengundang sedih maupun haru dan para mahasiswa terlihat menghibur satu sama sama lain.

Hari pertama ditutup dengan kegiatan api unggun. Sambil mengelilingi api unggun, para peserta bernyanyi dan berdoa bersama. Satu pesan yang mengiringi malam itu adalah bahwa kemampuan mereka bertahan hingga saat ini bukan hanya dikarenakan kekuatan diri mereka sendiri namun karena dukungan teman-teman satu angkatan.

Keesokan harinya, Sabtu, 14 Oktober 2017, para peserta memulai hari dengan senam bersama dan outbound. Peserta memainkan beragam permainan yang bertujuan untuk membangun kekompakan dan kepercayaan di antara mereka.

Menurut Bu Fransisca, “Psychocamp diadakan untuk mengakrabkan dan membuat para mahasiswa solid, supaya mereka mau mendukung teman untuk memperoleh pencapaian akademik yang baik.” Hal ini tampaknya tercapai, melihat beberapa komentar dari peserta yang mengikuti Psychocamp. Rindy Fiorentika (PSY 2017) mengungkapkan bahwa, “Perasaanku senang bisa ikut Psychocamp karena aku bisa lebih mengenal teman-teman, mengerti kekurangan dan kelebihan masing-masing. Yang awalnya gak dekat satu sama lain sekarang bisa lebih dekat. Terus aku juga bisa tahu latar belakang mereka dan belajar terbuka. Dari Psychocamp aku juga belajar mengutamakan kebersamaan dan menguatkan sama lain.”