Screen Time Anak: Awas Terlambat Bicara!

Screen time anak

Hati-Hati! Screen Time Berlebihan Bisa Bikin Anak Terlambat Bicara

Di era digital ini, gawai dan perangkat elektronik lainnya telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, bahkan bagi anak-anak yang masih berusia sangat muda. Namun, tahukah Anda bahwa terlalu banyak screen time anak dapat berdampak negatif pada perkembangan bahasa anak? Screen time mengacu pada waktu yang dihabiskan anak untuk menatap layar perangkat digital seperti televisi, tablet, telepon genggam, atau komputer. Sebuah penelitian di Korea menemukan bahwa anak usia dua tahun yang memiliki screen time lebih dari dua jam per hari memiliki risiko lebih tinggi mengalami keterlambatan bicara.

Apa yang Terjadi Jika Anak Terlalu Lama Menggunakan Perangkat Digital?

Menurut penelitian yang menganalisis data dari 1.778 balita Korea dalam Panel Study on Korean Children tahun 2010, rata-rata anak usia dua tahun memiliki screen time selama 1,21 jam per hari. Namun, anak yang menghabiskan lebih dari dua jam di depan layar memiliki risiko 2,7 kali lebih besar mengalami keterlambatan bicara dibandingkan dengan mereka yang memiliki screen time kurang dari satu jam. Bahkan, jika screen time lebih dari tiga jam sehari, risikonya meningkat hingga tiga kali lipat!

Mengapa Screen Time Bisa Menghambat Perkembangan Bahasa?

  • Minim Interaksi Dua Arah. Komunikasi yang baik terjadi ketika ada interaksi antara dua pihak. Perangkat digital, sayangnya, hanya memberikan informasi secara satu arah tanpa melibatkan anak dalam percakapan.
  • Kurangnya Stimulasi Verbal dari Orang Tua. Saat anak fokus pada layar, orang tua cenderung berbicara lebih sedikit. Penelitian menunjukkan bahwa selama screen time berlangsung, jumlah kata yang diucapkan orang tua kepada anak berkurang drastis, yang dapat berdampak negatif pada perkembangan bahasa mereka.
  • Gangguan Perhatian dan Kognitif. Konten digital yang penuh dengan perubahan gambar cepat dan suara keras dapat mengalihkan perhatian anak dan menghambat fokus mereka dalam mempelajari bahasa secara alami.
  • Mengurangi Waktu Bermain dan Berinteraksi. Bermain dan berinteraksi dengan orang lain adalah kunci dalam perkembangan bahasa. Anak yang menghabiskan lebih banyak waktu di depan layar cenderung memiliki lebih sedikit waktu untuk berkomunikasi dengan orang tua dan teman sebaya.
  • Dampak Neurologis. Studi menunjukkan bahwa paparan screen time anak berlebihan dapat berhubungan dengan penurunan fungsi eksekutif otak anak, yang berperan penting dalam pemrosesan bahasa.

Bagaimana Cara Menghindari Dampak Negatifnya?

Mengelola screen time anak memang menantang, tetapi tidak ada kata terlalu dini untuk membuat rencana penggunaan layar. Berikut adalah rekomendasi dari American Academy of Pediatrics (AAP):

  • Usia di bawah 18 bulan: Hindari screen time kecuali untuk panggilan video bersama orang dewasa.
  • Usia 18–24 bulan: Jika diperkenalkan pada layar, pilih program berkualitas tinggi dan tonton bersama anak.
  • Usia 2–5 tahun: Batasi screen time hingga satu jam per hari dengan program berkualitas tinggi.
  • Usia 6 tahun ke atas: Dorong kebiasaan sehat dan batasi aktivitas berbasis layar yang berlebihan.

Selain itu, beberapa langkah tambahan yang bisa dilakukan orang tua:

  • Dampingi Anak Saat Menggunakan Perangkat Digital. Pastikan ada pendampingan dari orang tua agar anak tetap bisa belajar dari apa yang ditonton atau dimainkan.
  • Pilih Konten yang Interaktif. Pilih program yang mendorong anak untuk merespons, seperti acara edukatif yang mengajak anak bernyanyi atau menjawab pertanyaan.
  • Jadilah Role Model. Anak cenderung meniru kebiasaan orang tua, jadi penting bagi orang tua untuk juga membatasi penggunaan gawai.
  • Hindari Penggunaan Layar sebagai “Pengasuh”. Jangan gunakan layar untuk menenangkan anak saat tantrum atau sebagai pengganti aktivitas interaktif lainnya.
  • Matikan Layar di Waktu-Waktu Tertentu. Pastikan layar dimatikan saat waktu makan, saat berkumpul dengan keluarga, dan 30-60 menit sebelum tidur untuk menjaga kualitas istirahat anak.

Meskipun gadget memang bisa menjadi hiburan, tetapi jika tidak dikontrol dengan baik, dampaknya bisa sangat berbahaya bagi perkembangan bahasa mereka. Oleh karena itu, orang tua perlu lebih aktif dalam mendampingi anak dan memberikan stimulasi yang cukup untuk perkembangan bahasa yang optimal. Mari mulai dari sekarang dengan membangun kebiasaan screen time yang sehat untuk anak!

Ditulis oleh Prisca Eunike, S.Psi., M.Psi., Psikolog.
Dosen Fakultas Psikologi Universitas Ciputra Surabaya