Tujuan Hidup: Masa Scroll Medsos Terus?

Pernah gak sih, tiba-tiba sadar sudah satu jam lebih mantengin layar HP, scroll-scroll tanpa tujuan, tapi setelahnya malah merasa kosong? Rasanya otak penuh informasi, tapi hati tetap hampa. Kalau pernah, tenang, kamu gak sendirian.
Di era digital ini, media sosial jadi bagian dari hidup kita. Bangun tidur, cek notifikasi. Lagi makan, lihat story orang. Sebelum tidur, buka TikTok dulu sebentar—yang ternyata jadi satu jam. Semua ini bikin kita terus terhubung dengan dunia luar, tapi anehnya, sering kali justru bikin kita merasa semakin jauh dari diri sendiri.
Kenapa Medsos Bikin Kita Kosong?
Bukan berarti media sosial selalu buruk, tapi kalau gak dikontrol, kita bisa terjebak dalam pola konsumsi konten yang pasif. Tiap hari disuguhi pencapaian orang lain, gaya hidup ideal, tren terbaru—sampai akhirnya tanpa sadar kita membandingkan diri sendiri.
“Kenapa hidupku gini-gini aja?”
“Kenapa aku gak sehebat dia?”
Padahal, yang kita lihat hanyalah highlight terbaik dari hidup orang lain. Selain itu, scroll medsos sering kali jadi pelarian. gak tahu mau ngapain? Scroll. Lagi stres? Scroll. Merasa gak produktif? Scroll lagi, berharap nemu inspirasi. Tapi alih-alih menemukan jawaban, kita malah makin terjebak di lingkaran overthinking dan rasa hampa.
Saatnya Berhenti Sekadar Mengonsumsi, Mulai Menciptakan
Daripada terus-terusan menyerap apa yang orang lain tampilkan, coba balik perspektifnya. Apa yang sebenarnya penting buat kamu? Apa yang bisa kamu ciptakan dan bagikan ke dunia? Tujuan hidup gak selalu harus besar atau spektakuler. Bisa sesederhana menemukan hal yang membuatmu merasa berarti dan berkontribusi, sekecil apapun bentuknya.
Mulailah dengan mengurangi konsumsi konten yang bikin overthinking dan lebih banyak mencari hal yang benar-benar bermakna. Bisa dengan membaca buku, menulis jurnal, ngobrol dengan orang yang menginspirasi, atau bahkan sekadar duduk diam dan mendengarkan diri sendiri. Dari sana, kamu bisa mulai mencari tahu apa yang benar-benar penting buatmu.
Menemukan Tujuan Hidup di Tengah Distraksi Digital
Hidup gak harus selalu produktif, tapi juga gak bisa cuma berjalan tanpa arah. Kalau kamu sering merasa kosong setelah berjam-jam di media sosial, mungkin itu tanda kalau ada sesuatu yang lebih besar yang perlu kamu cari—sesuatu yang lebih berarti dari sekadar konten viral atau likes di Instagram.
Jadi, kapan terakhir kali kamu benar-benar bertanya ke diri sendiri, apa yang sebenarnya kamu cari? Mungkin sekarang saatnya berhenti scroll sejenak dan mulai mencari jawabannya.
Ditulis oleh Livia Yuliawati, S.Psi., M.A., Ph.D., CLC
Dosen Fakultas Psikologi Universitas Ciputra Surabaya
