Maraknya isu-isu terkait gender and seksualitas di tanah air membuat pendidikan seksualitas penting agar kita mampu mendapat pemahaman yang tepat. Pada tanggal 13-15 Desember 2016, tim dosen Fakultas Psikologi Universitas Ciputra berkunjung ke SMA St. Louis 1 Surabaya, menjadi narasumber pada Seminar Pendidikan Seksualitas. Acara ini diikuti oleh segenap siswa-siswi kelas XI SMA St. Louis 1 Surabaya (Sinlui) dengan total 14 kelas.

IMG_5348e

Pada acara ini, para siswa diberi bekal mengenai psikologi seksualitas. Mereka diajak untuk memahami dampak psikologi pubertas, seperti menyukai lawan jenis, serta membentuk dan mempertahankan relasi. Tujuan pada akhirnya pun ialah relasi yang dilandasi komitmen (pernikahan).

IMG_5811e

Selain itu, seks di luar nikah dan dampak-dampaknya juga dibahas, seperti depresi, mendapat stigma buruk, disorientasi tujuan hidup, dan citra diri rusak. Adapun seks di luar nikah dapat terjadi karena pengaruh pornografi. Pornografi dapat menyebabkan seseorang memandang rendah pasangan, membuat pikiran mereka terasosiasi dengan seks, tidak produktif, dan memiliki komitmen yang rendah terhadap pasangan.

Salah satu hal yang menjadi poin penting dalam psikologi seksualitas adalah perilaku seksual yang bertanggung jawab. Hal ini secara khusus berkaitan dengan seks dalam kerangka perkawinan yang memiliki komitmen yang permanen serta tujuan yang jelas, yaitu memperoleh keturunan.

Salah satu hal yang unik dari seminar ini adalah setiap sesi diisi oleh 3 pembicara dari latar belakang yang berbeda. Selain dosen psikologi, dokter dan romo juga hadir memberikan materi. Hal ini tentunya dapat memperkaya pandangan para siswa.

IMG_5886e

Ditanya mengenai kesannya selama membawakan materi, Pak Jony Eko Yulianto, S.Psi., M.A. berkata, “Saya suka dengan keterbukaan anak-anak. Maksudnya, mereka tidak malu untuk sharing maupun bertanya tentang dinamika seksualitas yang dialami remaja. Lalu, tandem pembicara dengan romo dan dokter itu membuat seminar menjadi menarik sih.”