Salah satu alternatif karir yang dapat ditempuh seorang lulusan Psikologi adalah menjadi konselor atau psikolog. Untuk itu, walaupun salah satu syarat menjadi psikolog adalah lulus S1 dan S2 Psikologi, di Universitas Ciputra, Psikologi Konseling telah dikenalkan kepada mahasiswa sejak tahun ketiga.

Selain mendapat materi dan kesempatan coba praktek di lab Psikologi UC, mahasiswa semester 5 tahun ini mendapat kesempatan untuk mendengarkan sharing pengetahuan dan pengalaman dari seorang praktisi psikologi klinis. Ibu Josephine Maria Julianti Ratna, Clinical Psychologist di Premier Hospital, hadir memberikan kuliah tamu yang berjudul “Various Approaches and Ethical Issues in Counseling”.
Menurut Ibu Josephine, seorang konselor harus mampu berempati, membayangkan jika dirinya berada pada situasi sang klien. Pertama, pahamilah pikiran, perasaan, maupun perilaku klien saat ini. Tahap yang kedua adalah mencari tahu situasi yang diinginkan klien. Selanjutnya, pada tahap yang ketiga, konselor dan klien sama-sama melakukan brainstorming strategi yang dapat dijalankan klien. Selama tiga tahap tersebut, konselor perlu fleksibel menggunakan teknik-teknik konseling yang ada. Misalnya dengan luwes bisa mengkombinasikan teknik psikodinamika, behavioristik, humanistik, dan lainnya.

Nah, bekal apa yang bisa dipersiapkan oleh seorang mahasiswa psikologi S1? Tahap perkembangan manusia, misalnya, penting diketahui agar kita memahami masalah yang mungkin terjadi pada usia tertentu. Selain itu, kita perlu mempelajari macam-macam gangguan jiwa yang ada, cara berkomunikasi, tipe berkepribadian, dan lain-lain. Oleh karena semua hal itu diperoleh ketika S1, maka tugas kita adalah belajar sebaik mungkin. Jika ingin menjadi psikologi seperti Ibu Josephine, maka sehabis lulus, kita bisa mengambil S2 Profesi.
Pada kesempatan kali ini, Ibu Josephine juga membagikan pengalamannya menangani klien yang mengalami anoreksia-bulimia, trauma, perselisihan antar pasangan suami istri, dan masih banyak lagi. Kasus-kasus yang menarik, serta cara penanganan yang dilakukan beliau menggugah rasa ketertarikan mahasiswa yang mengikuti kuliah tamu tersebut.
