Integrasi keilmuan psikologi dan dunia inovasi entrepreneurial merupakan keunikan yang dimiliki fakultas Psikologi Universitas Ciputra. Tidak hanya menang di kandang sendiri, mahasiswa-mahasiswi Psikologi UC baru saja membuktikannya di ajang Olimpiade Psikologi Nasional 3 oleh Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI), beberapa waktu lalu. Project IMOVEON – Gerakan Bebas Bayangan Mantan, yang digawangi oleh Abraham Rehuel Kosasih, Felicia Musidora, dan Florencia Riswanto (PSY 2013) berhasil memenangkan juara pertama di cabang olimpiade Inovasi Psikologi Nasional.

1450237114610

Menurut tim Imoveon, idenya bermula dari banyaknya kasus bunuh diri pada remaja yang terjadi di Indonesia. Rupanya salah satu penyebab tingginya angka bunuh diri remaja ini merupakan pengalaman patah hati. Dasar teori psikologi yang menjadi pijakan inovasi imoveon adalah fenomena Broken Heart Syndrome, di mana seseorang yang mengalami patah hati dapat mengalami distress psikologi yang berimbas juga menjadi gejala-gejala gangguan fisik. Selain itu, rupanya yang membuat seseorang menjadi sulit untuk move on karena ternyata menurut Freud, salah satu bapak Psikologi dunia, perasaan cinta terhadap seseorang ternyata merupakan asosiasi antara jejak berupa kenyamanan dan afeksi, dengan sesuatu seperti kebiasaan atau barang yang diberikan oleh orang tersebut.

“Sehingga sebenarnya proses yang terjadi ketika kita berupaya untuk move on adalah berupaya untuk melepas keterikatan dengan asosiasi itu. Imoveon adalah sebuah inovasi berupa pop up market bertema moving on, di mana dibuka booth untuk menjual barang-barang mantan dan booth-booth yang memang didesain untuk membantu orang-orang yang ingin move on”, jelas Felicia.

Tim Imoveon berhasil memenangkan persaingan dengan berbagai karya inovasi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Tidak hanya berhasil membaca tren pada segmen pasar remaja, tim imoveon juga berhasil membuktikan bahwa aplikasi keilmuan psikologi juga dapat terhubung dengan sesuatu yang tidak kuno, fun, dan mengasyikkan.

Selain tim IMOVEON, kabar gembira juga datang dari Elisabeth Santoso dan Tasia Puspitasari (PSY 2012). Sebagai sebuah tim, keduanya berhasil meraih juara 1 cabang lomba Psychopaper di ajang yang sama, Olimpiade Psikologi Nasional 3. Mengangkat judul penelitian, Hubungan Antara Atasan dan Dukungan Rekan Kerja dengan Ressilience of Efficacy pada Guru SLB dan Perawat RSJ : Persamaan dan Perbedaan.

1450237139181

“Karena dua profesi ini memiliki resiko untuk mengalami burnout syndrome yang tinggi”, ungkap Elisabeth ditanya mengapa memilih tema tersebut. Burnout syndrome adalah suatu kondisi di mana seseorang mengalami kelelahan yang teramat sangat. Dalam penelitian ini keduanya mengangkat tentang ressilience of efficacy yaitu keyakinan diri bahwa seseorang dapat bangkit kembali setelah melalui kesulitan tertentu.

“Dan kondisi burnout dapat mengganggu performansi kerja dari kedua profesi tersebut. Apalagi keduanya bekerja untuk melayani orang-orang dengan kebutuhan khusus”, jelas Tasia.

Menjadi kebanggaan tersendiri bagi Fakultas Psikologi UC, karena Tasia dan Elisabeth mampu menunjukkan ternyata tidak hanya berfokus pada hal-hal terkait entrepreneurship dan inovasi saja. Namun Psikologi UC juga sangat mendukung terbangunnya iklim akademik, salah satunya melalui penelitian-penelitian seperti yang dilakukan keduanya. Menjadi juara 1, tidak main-main Elisabeth dan Tasia berhasil mengungguli berbagai penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa-mahasiswa berbagai perguruan tinggi yang terkemuka di Indonesia. Viva psychology!