Pengalaman belajar kita belum lengkap jika hanya belajar teori-teori di kelas. Turun langsung ke lapangan untuk melihat situasi yang sebenarnya akan membuat pengalaman kita lebih kaya. Pada mata kuliah Psychopathology & Abnormality, setelah mendapatkan materi mengenai berbagai gangguan psikologis, para mahasiswa akhirnya memperoleh kesempatan untuk kunjungan langsung ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur dan mewawancarai pasien.

Kegiatan ini dilakukan pada Jumat, 10 November dan Jumat, 17 November 2017. Mahasiswa PSY UC yang berpartisipasi dibagi menjadi 2 kloter berisi 11-15 orang. Mereka didampingi oleh Dra. Lily Hendratno, seorang psikolog klinis senior, serta Stefani Virlia, M.Psi., Psikolog selaku dosen pengampu mata kuliah. Pada kloter pertama, rombongan PSY UC dipandu oleh dr. Benny Lie, Sp.KJ. Sedangkan, pada kloter kedua, mereka dipandu oleh dr. Esther, Sp.KJ. Kedua dokter ini adalah psikiater yang praktek di RSJ Menur.

Di RSJ Menur, para mahasiswa berkesempatan mewawancarai pasien gangguan jiwa berat secara berkelompok. Mereka berkenalan dan mendengarkan cerita pasien sehingga mahasiswa menjadi lebih paham dengan kondisi pasien. Selain itu, mereka juga dapat belajar mengobservasi gejala-gejala gangguan jiwa yang dimiliki pasien.

Selain itu, mereka juga mengunjungi fasilitas-fasilitas yang ada di RSJ Menur, seperti rawat jalan, rawat inap, instalasi khusus bagi pasien ketergantungan obat opiat (heroin, putaw, dan morfin), tempat terapi okupasi, dll.

Para mahasiswa yang mengikuti kegiatan kunjungan ini mengaku terkesan dan belajar banyak hal. Salah satu di antara mereka adalah Pipit Oktav (PSY 2015). “Aku jadi punya pengalaman yang sebelumnya gak aku dapatkan. Kalau di kelas, kita memahami teori, tahu poin-poin dan ciri-ciri dari buku. Begitu saja. Tapi dengan cara turun lapangan ke RSJ itu kita benar-benar dihadapkan pada masalah yang nyata, di mana kita harus bisa berpikir cepat dan tepat gangguan apa yang dimiliki oleh pasien. Kita juga bisa mengasah kemampuan interview juga. Hitung-hitung belajar konseling langsung denga pasien, dimana kita gak bisa mengira-ngira jawaban apa yang akan diberikan, sehingga kita juga harus siap dengan pertanyaan-pertanyaan yang mengarah pada tujuan awal kita,” ujarnya.

Foto bersama kunjungan kloter pertama

Ibu Stefani yang mendampangi para mahasiswa juga memiliki kesan yang positif terhadap kegiatan ini. “Kesannya sih sangat positif yah. RSJ Menur sudah cukup baik memberikan kesempatan ke mahasiswa dari berbagai bidang (kedokteran, keperawatan, termasuk psikologi) untuk belajar berinteraksi langsung dengan pasien dan mengobservasi suasana lingkungan rumah sakit jiwa, jadi gak hanya teori melulu tapi juga praktek langsung,” ungkau beliau.

Foto bersama kunjungan kloter kedua