“Starting is easy, persistence is an art.”
Begitu bunyi terjemahan sebuah peribahasa Jerman. Memulai sesuatu lebih mudah dari bertahan dan bertekun. Persistensi adalah the real deal. Vania Erlita (PSY 2014) menunjukkan hal itu.
Dua kali berturut-turut memperoleh penghargaan di mata kuliah Entrepreneurship 2 dan Entrepreneurship 3, mahasiswi asal Malang ini kembali mendulang prestasi. Semester ini, Vania, pemilik Verlita Baby Wear & Toys, mendapatkan gelar The Most Outstanding Team di perkuliahan entrepreneurship.

Selama kurun waktu 6 bulan, ia berhasil mengembangkan 2 produk baru mainan bagi anak-anak. Salah satunya berhasil masuk 100 besar di lomba GRAPIC 2016. Sedangkan, satu mainan lagi, yaitu boneka tangan, sudah dipasarkan di Malang. Produk ini ia buat untuk mengembalikan budaya bedtime story untuk anak-anak yang sudah mulai ditinggalkan orangtua. Tak hanya boneka saja, Vania juga melengkapinya dengan panggung boneka yang dapat digunakan oleh taman kanak-kanak maupun sekolah yang membelinya.

Vania mengaku ia tidak menyangka akan memperoleh penghargaan lagi pada semester ini. Namun, ia percaya bahwa, “Jika kita tetap berkarya, pasti akan membuahkan hasil.” Hattrick penghargaan di mata kuliah Entrepreneurship ini adalah hasilnya.
Saat ditanya mengenai harapan serta rencana ke depan, Vania berharap brand Verlita lebih dikenal lagi di masyarakat. “Untuk produk baru, pasti ada. Langkah berikutnya, aku sedang mau merintis baby shop tapi memang masih tahap pembangunan.” Wah, terus semangat dan tekun berjuang ya, Van!
