Setiap akhir semester ganjil, ada pemilihan Groundbreaker Student pada mata kuliah Entrepreneurship 1. Mata kuliah ini diikuti oleh semua mahasiswa semester 1 Universitas Ciputra. Adapun mahasiswa yang menerima predikat tersebut dipilih berdasarkan kreativitas dan inovasi yang ditunjukkan dalam menghadapai kesulitan, kemampuan berkolaborasi dan bekerja sama dengan orang lain, perubahan karakter yang positif, serta dampak atau semangat positif bagi teman kerja atau kelas.

Pada semester ganjil 2016/2017, masing-masing dua mahasiswa terpilih menjadi Groundbreaker dan Runner-up Groundbreaker Student E1 2015. Ternyata, kedua orang runner-up Groundbreaker Student E1 kali ini adalah mahasiswa PSY 2016, Felix Edwin dan Angeline Vivian.

56758s

Baru-baru ini, jurnalis PSY UC berkesempatan mewawancarai salah satu di antaranya, yaitu Angeline Vivian, terkait pengalamannya selama mata kuliah Entrepreneurship 1. Baca selengkapnya di bawah ini:

Berdasarkan pengalamanmu, apa yang menjadi tujuan pencapaian di E1 ini?

AV: “Menurutku sih yang mau dicapai itu sebenernya pengalaman. E1 itu bantuan pertama untuk terjun ke dunia bisnis untuk mahasiswa. Mahasiswa dibekali dalam bentuk pengalaman untuk ke depannya. (Pada E1 ini,) kita membuat event. Tapi yang lebih penting itu membantu komunitas yang diajak kerja sama.”

Apa yang kamu lakukan selama E1?

AV: “Kita mengumpulkan dana. Kita jualan barang bekas, jualan workshop, cari sponsor. Kalau workshop, kita ke sekolahnya dulu. Lalu, kita cari barang bekas yang banyak ditemukan di sekolah. Terus kita buat kerajinan dan lain-lain dari sampah tersebut. Kita mengajari siswa sekolah tersebut untuk membuat kerajinan.“

Dari semua kegiatan yang telah kamu lakukan selama E1, apa yang paling berkesan untukmu?

AV: “Paling berkesan itu kebersamaan anggota kelas meskipun banyak rintangan lah. Kebersamaannya terasa ketika jualan, sudah bangun pagi-pagi eh hujan. Kita jualan di car free day, dan kitasemua kehujanan. Sama-sama angkat barang.”

Kegiatan jualan di car free day itu sendiri kamu lakukan berapa lama?

AV: “Selama 1 bulan setengah. Setiap hari minggu (kami berjualan).”

Lalu, selama E1 ini, apakah ada perubahan yang kamu rasakan dalam dirimu? Jika ada, sebutkan.

AV: “Ada. Aku jadi lebih sabar. Dulu aku orangnya gak mau tahu terus gak sabaran dengan kelasku. Tapi, aku terus sadar kalau jadi ketua harus bantu. Gak boleh gak peduli. Harus lebih pengertian. Dulu aku netapkan kalau per anak harus dapat 500 ribu, aku gak mau tahu pokoknya harus dapat. Nah tapi progresnya anak-anak itu lambat pol dan gak memungkinkan buat dapet 500 ribu. Lalu, aku sempat marah-marah di kelas. Namun, akhirnya aku mulai peduli karena ngerti kalau ternyata mereka gak mencapai 500 ribu bukan karena malas tapi karena ada hal-hal yang memang gak memungkinkan.”

Solusinya bagaimana?

AV: “Aku turunin standarnya jadi 200 ribu p
er anak. Terus aku juga bantu cari pendapatan lebih. Ini bisa berjalan dengan baik.”

Okay… pertanyaan terakhir. Nilai atau pembelajaran apa yang kamu dapatkan dari kegiatan E1 kemarin?

AV: “Aku belajar banyak tapi yang paling penting itu aku belajar kalau dalam segala hal, aku harus bisa peduli dan harus bisa mengontrol egoku, seperti yang aku ceritakan tadi.”