Surabaya, 6 November 2024
Meningkatkan Implementasi SPMI: LLDIKTI VII Gelar FGD Praktik Baik untuk Perguruan Tinggi

Sebagai bentuk fasilitasi implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang efektif di perguruan tinggi, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII bekerja sama dengan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ditjen Diktiristek Kemendikbudristek menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Praktik Baik SPMI bagi Perguruan Tinggi Akademik yang ada di Jawa Timur. Kegiatan ini bertujuan untuk menjadi wadah berbagi pengalaman dan praktik baik pelaksanaan SPMI di lingkungan perguruan tinggi.
FGD merupakan suatu metode pengumpulan data kualitatif yang melibatkan diskusi kelompok terarah untuk menggali lebih dalam pandangan, pengalaman, dan pemahaman peserta mengenai suatu topik. Melalui interaksi yang dinamis, metode ini memungkinkan eksplorasi perspektif yang lebih kaya dan mendalam.
Kegiatan ini diikuti oleh 40 perguruan tinggi di Jawa Timur yang dibagi dalam 4 angkatan. Narasumber/Fasilitator Wilayah dalam kegiatan ini antara lain Bapak Mochamad Nurhadi, S.Kom., M.M. (Universitas Hayam Muruk Perbanas), Bapak Gunawan, S.Si., MBA, Ph.D. (Universitas Surabaya), Ibu Fera Tjahjani, S.E., Ak., M.M., CA. (STIE Malangkucecwara).
Universitas Ciputra (UC) menjadi salah satu perguruan tinggi yang diundang untuk membagikan praktik baik implementasi SPMI yang selama ini telah dijalankan. Pemaparan praktik baik implementasi SPMI UC disampaikan oleh Ibu Deborah Giovanny, S.TP., CRP. selaku Vice Head, Quality Assurance. Di awal pemaparannya, Ibu Deborah menyampaikan background, challenge yang pernah dialami, dan solusi yang diterapkan UC. Dalam kegiatan ini, UC juga membagikan success factor yang dilakukan dan terbukti efektif dalam peningkatan mutu, yaitu Focus on Vision, Mission, Value, and Objective (VMVO), Performance Management System yang terkonsep dan diimplementasikan dengan konsisten, serta komitmen untuk Focus on Customer sehingga mendorong continual improvement.
Dalam pelaksanaan penjaminan mutu, UC juga membagikan inovasi diterapkan untuk memastikan sistem yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan, diantaranya:
- Perubahan Budaya dalam Penjaminan Mutu
Transformasi dari pola pikir “Yours to Mine” mendorong keterlibatan aktif semua pihak dalam menjaga dan meningkatkan kualitas. - Balanced Scorecard
Konsep ini diterapkan untuk menyelaraskan rencana pengembangan jangka panjang dengan pengukuran kinerja individu, memastikan setiap elemen organisasi memiliki kontribusi nyata terhadap pencapaian tujuan strategis.
- Penerapan Berbagai Alat Penjaminan Mutu
Berbagai metode seperti Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats (SWOT), Root Cause Analysis (RCA), 7 QC Tools, Risk Management, BMC, serta Customer Satisfaction Survey digunakan untuk menganalisis dan meningkatkan kualitas dalam berbagai aspek operasional. - Quality Improvement Score
Indikator Quality Improvement Score diterapkan secara wajib pada setiap program studi dan departemen untuk memastikan adanya perbaikan berkelanjutan.
- Sistem Penjaminan Mutu Terintegrasi (Siklus PDCA)
Pendekatan Plan-Do-Check-Act (PDCA) digunakan untuk membangun sistem penjaminan mutu yang sistematis, terukur, dan dapat terus ditingkatkan.
Author: Yohana Waladow
Editors: Maria Ivana, Deborah Giovanny, Lenny Rosita
