Memperingati Hari Kartini dengan kombinasi Tradisional – Modern ala Universitas Ciputra Surabaya

Peserta Lomba "Cak dan Ning" dan "UC Got Talent dalam cara "IMPACT" yaitu acara peringatan Hari Kartini

Menikmati pendidikan yang layak tanpa adanya perbedaan merupakan salah satu bentuk jasa dari perjuangan R.A. Kartini yang telah mewujudkan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan, baik dalam hal pendidikan maupun bidang lainnya.

Sebagai bentuk penghormatan dan mengenang perjuangan R.A Kartini, maka hari kelahirannya yang jatuh pada tanggal 21 April pun diperingati sebagai Hari Kartini dan diperingati oleh seluruh rakyat Indonesia sejak tahun 1964. Perayaan Hari Kartini sejatinya tidak hanya mengenang hari kelahiran beliau atau hanya sekedar hari dimana masyarakat Indonesia kompak untuk memakai kebaya,, tetapi juga sebagai pengingat agar masyarakat Indonesia dapat terus konsisten dan berjuang dalam mempertahankan keadilan dan kesetaraan gender di Indonesia.

Di Universitas Ciputra Surabaya, peringatan Kartini diselenggarakan dengan mengadakan lomba “Cak dan Ning” serta lomba “UC Got Talent” dan diikuti oleh seluruh keluarga besar Universitas Ciputra, mulai dari mahasiswa hingga staff. Tujuan dari diadakannya lomba tersebut adalah untuk menunjukkan bakat dan kemampuan yang dimiliki oleh para kontestan. Pada lomba “Cak dan Ning”, para peserta tidak hanya menampilkan kecantikan dan peragaan busana, tetapi juga
diuji dengan beberapa pertanyaan, baik itu tentang pengetahuan umum, wawasan kebangsaan, atau topik lainnya. Dengan demikian, dengan adanya lomba tersebut diharapkan dapat mengasah pola pikir dan menambah wawasan baru. Selain itu, dalam lomba “UC Got Talent”, para pun menunjukkan bakat dan kemampuan yang mereka miliki, dan dinilai langsung oleh juri yang merupakan dosen dari Universitas Ciputra Surabaya.

Acara peringatan Hari Kartini tersebut diadakan di auditorium dan berjalan cukup meriah. Hal tersebut dibuktikan dengan antusiasme para peserta dan penonton dalam menghadiri acara tersebut. Meski begitu, acara perayaan Hari Kartini masih tetap memperhatikan protokol kesehatan dan para penonton duduk dengan berjaga jarak dan memakai masker.

Selain melalui lomba “Cak dan Ning” dan “UC Got Talent”, Universitas Ciputra juga merayakan Hari Kartini dengan mengadakan acara “Gobar”, yaitu ngobrol bareng tentang Kartini yang dihadiri oleh khusus perempuan. Dalam acara tersebut, para mahasiswa dan alumni Universitas Ciputra Surabaya, dan dipandu oleh Kepala BMA, Ida Kristin, saling berdiskusi mengenai peran wanita modern di lingkungan masyarakat.

Acara "Ngobar" yang diikuti oleh mahasiswa, alumni, dan para staff Universitas Ciputra Surabaya

Diskusi tersebut membahas tentang eksistensi serta pemberdayaan wanita untuk turut berkontribusi di lingkungan masyarakat. Menurut mereka, wanita memiliki peranan penting, baik dari segi pekerjaan maupun keluarga. Dengan demikian, pemberian mutu pendidikan yang setara sangat diperlukan, terutama di era saat ini untuk memberdayakan peran perempuan agar tetap eksis di masyarakat. 

Meskipun secara umum pendidikan di Indonesia sudah tidak lagi memandang gender, tetapi masih kerap dijumpai ketidaksetaraan di bidang karir bagi wanita. Salah satu kasus dalam hal ini adalah adanya bidang pekerjaan yang dianggap masih “tabu” untuk dikerjakan wanita. Salah satu contohnya adalah pilot. Meskipun saat ini ada wanita yang berhasil menjadi pilot, namun anggapan “remeh” tentang wanita dalam profesi tersebut. Sehingga, hal tersebut pun secara tidak langsung menyebabkan wanita menjadi enggan untuk mengambil profesi tersebut dan memutuskan untuk memutuskan untuk mengambil profesi lainnya. Namun meskipun ketidaksetaraan kerap terjadi, dalam diskusi tersebut juga dijelaskan bahwa wanita modern saat ini semakin fokus pada pengembangan diri dan karir, sehingga mereka dapat memiliki bekal yang bermanfaat, baik itu untuk karir, masyarakat, dan keluarga.

Selamat Hari Kartini