
DKV (Desain Komunikasi Visual) merupakan salah satu dari banyak jurusan di tingkat perkuliahan yang popularitasnya sedang tengah naik daun. Hal tersebut dikarenakan jurusan DKV sering dikaitkan dengan hal digital, dan sekarang merupakan zaman dimana teknologi semakin dibutuhkan umat manusia. Namun, selain dipandang ‘wah’, jurusan DKV tidak luput dari dipandang sebelah mata oleh orang-orang tertentu.
DKV di mata masyarakat sering diasosiasikan dengan menggambar. Memang hal tersebut tidaklah salah, karena setiap calon mahasiswa desain dianjurkan untuk mempunyai kemampuan menggambar dasar terlebih dahulu. Apakah sebenarnya hal itu merupakan sebuah fakta?
Well, jawabannya bisa iya dan juga tidak, karena secara praktik jurusan VCD merupakan jurusan yang salah satu aktivitas dominannya adalah menggambar khususnya pada semester semester awal. Namun selain menggambar mahasiswa DKV juga perlu kemampuan lain seperti kreatif dan berpikir kritis, high sense of aesthetic, merakit banyak hal menjadi suatu kesatuan, dan masih banyak lagi.
Jadi selain menggambar kita perlu menguasai cara penggunaan berbagai aplikasi kreatif digital, seperti Adobe Illustrator, Photoshop, After Effects dan lain sebagainya. Kita juga mempelajari foto dan videografi beserta dengan kemampuan editingnya. Lalu juga ada proyek crafting dimana kita membuat konstruksi transformasi, paper quilling, paper cutting dan lain sebagainnya.
Tidak hanya itu, kita juga perlu mengerti mengenai tipografi—mulai dari sejarahnya, perbedaan font dan typeface, menggambar typeface secara tradisional menggunakan kertas milimeter blok. Mengenal kaligrafi, black letter alias gothic kaligrafi.
Jadi menjadi mahasiswa DKV itu tidak mudah, loh, karena tidak hanya menggambar saja namun masih banyak skills yg perlu kita kuasai ya, guys.
Penulis: Celine Monica dan Fenie Fedora W.
27 Februari 2023
