Pakaian yang tidak terpakai sering kali hanya menumpuk di lemari. Sebagian masyarakat memberikan atau mendonasikan pakaian tersebut kepada orang yang membutuhkan. Namun, apakah hanya itu yang bisa dilakukan untuk mengurangi barang tak terpakai?
Semenjak maraknya tren thrifting di masyarakat, banyak masyarakat yang membeli dan menggunakan pakaian bekas hasil thrifting. Namun, hal tersebut bukan satu-satunya hal yang bisa kita lakukan untuk mengurangi menumpuknya pakaian bekas di sekitar kita. Daur ulang pakaian bekas bisa menjadi alternatif bagi kita untuk mengurangi adanya pakaian yang tidak terpakai.
Beberapa metode daur ulang pakaian yang bisa diterapkan, yaitu sebagai berikut.
1. Menambah ataupun menggabungkan pakaian
Pakaian bekas yang tidak terpakai bisa kita gabungkan menjadi satu dengan pakaian lain untuk menghasilkan pakaian yang lebih lebar ataupun untuk menambah estetika dan siluet dari pakaian.

2. Memotong bagian pakaian
Selain menambah atau menggabungkan pakaian, memotong pakaian bekas untuk dijadikan aksesoris seperti bandana, tas ataupun dompet bisa dicoba dalam mendaur ulang pakaian yang tidak terpakai. Selain itu, metode ini bisa digunakan untuk mengecilkan ukuran pakaian tersebut.

Dari tujuan awal berupa mengurangi banyaknya sampah, proses daur ulang pakaian bekas bisa kita jadikan hobi hingga produk jasa dalam sebuah bisnis. Dengan maraknya produk berkepanjangan yang digaungkan oleh brand fesyen yang telah mendunia, kita bisa ikut berpartisipasi dalam penerapan produk sustainable sekaligus memanfaatkan tren tersebut untuk mengenalkan produk jasa tersebut ke masyarakat.
Penulis: Muhammad Atho’illah dan Rio Putra Sutan Ibrahim
27 Februari 2023
