Belajar Fotografi dan Kreasi Masakan Jepang bareng UKM Task Force Sakura dan Balawarta

Pemaparan teknik pembuatan Bento oleh Chef Hugo dalam kegiatan pelatihan kreasi masakan jepang dan fotografi untuk UMKM Semolowaru

Surabaya UKM Task Force Sakura (Kebudayaan Jepang) bersama dengan UKM Balawarta (Jurnalistik) dan Royal Kitchen System mengadakan kegiatan pelatihan membuat kreasi makanan jepang dan fotografi untuk para pelaku usaha UMKM Semolowaru. Selain belajar mengenai cara membuat bekal (Bento) yang enak dan cantik, mereka juga belajar tentang nilai gizi dan penyajian makanan agar terlihat lebimenarik dan memiliki nilai jual.

Sesi pelatihan membuat kreasi makanan jepang dibimbing langsung oleh Chef Hugo yang telah ahli dalam bidang tersebut. Menurutnya, bekal makan siang selain bertujuan untuk membuat perut kenyang, tetapi juga harus mengandung nutrisi yang sesuai agar energi dapat terjaga. Adapun kondimen yang wajib ada dalam satu porsi Bento adalah Karbohidrat, Protein, Sayur atau Buah.

Kreasi Bento yang dibuat oleh para peserta pun bervariasi. Ada yang membuat bentuk karakter kartun, hewan, hingga sushi. Menurut mereka, dengan adanya kesempatan belajar membuat makanan jepang dengan chef secara langsung adalah momen langkah, sehingga harus dimanfaatkan semaksimal mungkin.

Potret keseruan saat foto bersama antara mahasiswa dan para pelaku usaha UMKM dalam acara pelatihan kreasi masakan Jepang dan Fotografi

“Kalau biasanya saya membuat bekal yang cenderung ‘biasa saja’, sekarang akhirnya bisa lebih menarik. Walau agak rumit, tapi model kreasi Bento ini sangat bermanfaat karena dapat membuat makanan lebih menarik.” ujar Ninu Nurhayati, salah satu pelaku usaha UMKM yang ikut dalam acara tersebut.

Chef Hugo juga menjelaskan bahwa pemilihan alat dan bahan dalam memasak juga harus diperhatikan untuk menjaga kwalitas masakan. Dengan demikian, masakan harus menggunakan bahan yang segar dan peralatan masak yang sesuai standar, salah satunya adalah Royal Kitchen System.

Setelah selesai melakukan kreasi Bento, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan fotografi produk makanan. Para peserta pun satu per satu membawa Bento yang telah mereka buat untuk dijadikan objek foto yang secara langsung dibimbing oleh tim Balawarta dan tim tutor Food Photography dari TFS. Poin yang disampaikan dari sesi fotografi adalah bagaimana cara memotret makanan dengan baik sehingga dapat memiliki nilai jual.

Aurelia, selaku ketua pelaksana menyatakan bahwa kegiatan pelatihan ini dilakukan berdasarkan survey bahwa sebagian besar pelaku usaha UMKM Semolowaru kurang memperhatikan teknik pengambilan gambar dalam foto produk makanan. Dengan adanya pelatihan ini, hal yang ingin dicapai adalah memajukan UMKM Semolowaru terutama dalam sektor digital dan dapat berguna meningkatkan nilai jual produk UMKM Semolowaru.

Penulis: Farren Ardina