Belajar tentang Operational Excellence Bisnis Langsung dari Founder Asinan Queen

Suasana Pemaparan Materi dalam Sesi kuliah tamu dengan Merlyn Purnamasari, Founder Asinan Queen

Surabaya – Mahasiswa Universitas Ciputra Surabaya berkesempatan untuk belajar secara langsung tentang bagaimana meningkatkan keunggulan operasional dari founder Asinan Queen secara langsung dalam mata kuliah Business Growth. Mahasiswa yang hadir dalam kuliah tamu yang diadakan di Dian Auditorium tersebut tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga berkesempatan mengajukan pertanyaan yang nantinya dapat diimplementasikan ke bisnis mereka masing-masing.

Merlyn Purnamasari, founder Asinan Queen, menyatakan bahwa strategi yang diterapkan dalam operational excellence merupakan salah satu kunci efisiensi sekaligus efektivitas dalam bisnis. Pada prosesnya, perusahaan yang menerapkan personal excellence akan memungkinkan para pekerjanya untuk mampu mengatasi permasalahan darurat yang terjadi di perusahaan tanpa harus menghubungi atasan terlebih dahulu.

“Kalau ada masalah yang tiba-tiba muncul, misal listrik mati, mesin rusak, atau hallainnya, karyawan sudah bisa langsung panggil teknisi tanpa harus tunggu perintah dari atasan. Hasilnya, masalah bisa cepat selesai dan kegiatan operasional juga bisa cepat jalan lagi.” ujar Merlyn Purnamasari saat memaparkan materi.

Strategi Operational Excellence sebenarnya tidak hanya digunakan untuk mengatasi permasalahan darurat saja, tetapi juga berfungsi untuk melatih karyawan agar lebih tanggap dan mampu bekerjasama dengan baik. Berdasarkan materi yang diberikan, terdapat 4 langkah utama dalam membangun Operational Excellence, yaitu membuat proses operasional agar lebih mudah (easier), meningkatkan kualitas operasional (better), optimalisasi layanan dan kegiatan produksi (faster), dan menghemat penggunaan tenaga kerja (cheaper).

Merlyn Purnamasari dalam sesi materi di Dian Auditorium tersebut juga mengatakan bahwa investasi yang dilakukan untuk menetapkan Operational Excellence meskipun terkadang harus mengeluarkan sejumlah uang, tetapi hal itu akan berdampak pada keberlangsungan bisnis jangka panjang yang nantinya juga akan menghemat biaya operasional.

“Beli mesin untuk proses produksi walaupun harganya mahal, tapi dengan adanya mesin akan menghemat biaya operasional, terutama dari sisi penggunaan tenaga kerja. Terlebih lagi, mesin juga memiliki tingkat akurasi yang lebih tinggi daripada manusia.” tambah Merlyn.

Setelah proses materi selesai, mahasiswa diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan yang nantinya akan dijawab langsung oleh Merlyn. Pertanyaan yang diajukan oleh mahasiswa pun tidak hanya seputar bisnis yang mereka bangun, tetapi juga seputar operasional bisnis keluarga.

Kuliah tamu yang dihadiri oleh founder Asinan Queen tersebut merupakan bentuk dukungan Universitas Ciputra Surabaya kepada para mahasiswa untuk dapat belajar dari praktisi bisnis secara langsung sehingga mereka dapat membangun bisnis sendiri sesuai dengan visi dan misi yang ada untuk mencetak pengusaha baru.

Penulis: Farren Ardina