Opini : Generasi Sandwich Rentan Terhadap Stress?

Gambar Ilustrasi sandwich generation

Surabaya – Istilah Generasi Sandwich saat ini sering kali terdengar, baik itu secara langsung maupun melalui sosial media. Namun, apa sebenarnya arti istilah generasi sandwich itu?

Dirangkum dari berbagai sumber, generasi sandwich merupakan sebutan bagi masyarakat usia produktif yang masih memiliki tanggung jawab untuk memanggung kebutuhan pasangan, anak, dan orang tua sekaligus. Dalam hal ini, aspek yang menjadi perhatian utama adalah finansial. Sehingga orang-orang yang tergolong generasi sandwich cenderung memiliki beban yang cukup berat dikarenakan harus bekerja demi mencukupi kebutuhan selain untuk diri mereka sendiri.

Kondisi yang menyebabkan seseorang tergolong ke dalam generasi sandwich sejatinya tidak terlepas dari kondisi ekonomi dan kewajiban dalam memikul tanggung jawab akan anggota keluarga di luar keluarga inti. Dalam keadaan tersebut, konsekuensi yang berpotensi muncul sehingga menambah “beban” bagi mereka yang memikul tanggung jawab meliputi banyak, baik dari sisi psikologis maupun mental.

Meskipun kondisi finansial adalah faktor terbesar dari adanya generasi sandwich, masyarakat dari tingkat ekonomi menengah hingga atas ternyata tidak lepas dari resiko tersebut. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat pada tahun 2017, menemukan bahwa individu di usia produktif yang memiliki tanggung jawab dalam merawat orang tua cenderung merasa tertekan, baik secara fisik maupun psikis dibandingkan dengan dengan mereka yang tidak memiliki kewajiban serupa.

Menurut individu sedang / atau berpotensi menjadi bagian dari generasi sandwich, sebagian dari mereka beranggapan bahwa latar belakang ekonomi dari kondisi finansial orang tua merupakan faktor terbesar dari adanya generasi sandwich. Singkatnya, apabila seorang individu berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi yang tidak baik, maka besar kemungkinan mereka nantinya akan berpotensi untuk menanggung beban orang tua pada saat mereka bekerja nanti. Namun sebaliknya, apabila individu tersebut berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi yang baik, mereka akan cenderung memiliki kehidupan yang layak dan kecukupan meskipun pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan mereka terbilang standar.

Meskipun dinilai memiliki dampak yang kurang baik dari segi psikis dan mental seseorang dikarenakan harus menanggung tanggung jawab yang besar, tidak sedikit dari masyarakat yang beranggapan bahwa kewajiban terhadap orang tua merupakan salah satu bentuk balas budi. Dengan kata lain, merawat orang tua dan menyisihkan sebagian penghasilan mereka merupakan hak yang wajar.

Perbedaan pendapat mengenai generasi sandwich sejatinya menghasilkan kesimpulan bahwa cara pandang individu mengenai fenomena tersebut cenderung bersifat subjektif. Meskipun demikian, beban tanggung jawab yang dapat terjadi di generasi sandwich sejadinya dapat diminimalisir. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan membangun pondasi finansial yang baik ketika memasuki usia produktif sebelum memutuskan untuk menikah.

Selain itu, ketepatan dalam mengatur keputusan finansial juga merupakan aspek yang harus diperhatikan. Dalam prakteknya, masyarakat sejatinya sudah harus mengerti tentang berapa persentase uang dari total pendapatan untuk keperluan kebutuhan pokok, transportasi, menabung, dan kebutuhan lainnya serta mempersiapkan dana darurat apabila terjadi hal-hal yang mendesak.

Penulis: Farren Ardina