Inovasi Biskuit Mangrove: Hasil Kolaborasi Ormawa Universitas Ciputra bersama Kelompok PKK dan Sekoper Desa Kramat

Pada Sabtu, 2 Agustus 2025, Universitas Ciputra Surabaya kedatangan kelompok ibu-ibu PKK dan Sekoper (Sekolah Perempuan) Desa Kramat, Kecamatan Bungah, Gresik. Desa yang merupakan salah satu bagian dari Pulau Mengare, penghasil bandeng yang terkenal di Gresik. Para anggota PKK dan Sekoper dari desa tersebut mengikuti pelatihan produksi biskuit berbahan dasar tepung mangrove sebagai bagian dari program pemberdayaan masyarakat desa.

Dalam program pemberdayaan yang digagas oleh kolaborasi PPK Ormawa SC, SU IBM, SU ISB, dan Balawarta, para anggota PKK dan Sekoper Desa Kramat mendapat pelatihan intensif selama beberapa bulan ke depan. Pada sesi yang dilaksanakan di Laboratorium Pengolahan Pangan Food Technology Universitas Ciputra Surabaya, peserta diajak untuk terjun langsung memproduksi biskuit berbasis bahan lokal, yakni tepung mangrove yang diolah dari buah mangrove yang tumbuh di sekitar pesisir Desa Kramat. Dari buah tersebut diolah menjadi produk inovatif bernama Bakau Bahagia dan Bakukis. 

Melalui kegiatan ini, kelompok ibu-ibu PKK dan Sekoper tidak hanya belajar teknis produksi biskuit, tetapi juga memahami peluang pemanfaatan mangrove sebagai bahan pangan bernilai tambah. Diharapkan, keterampilan ini dapat membantu meningkatkan dan memperkuat identitas desa sebagai pusat konservasi dan pengolahan mangrove. 

“Jarang ada yang bikin biskuit dari tepung mangrove, apalagi bentuknya unik seperti Bakukis ini. Menurut saya, ini bisa jadi inovasi baru di dunia F&B. Unik, enak, dan punya potensi besar dijual ke pasaran,” ujar salah satu ibu anggota PKK Desa Kramat dalam sesi feedback  dan evaluasi rasa.

Tujuan utama dari program ini sendiri adalah membantu meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat Desa Kramat melalui inovasi berbasis potensi lokal. Diharapkan, produk seperti Bakukis dan Bakau Bahagia bisa menjadi langkah awal menuju kemandirian ekonomi dan penguatan identitas desa sebagai pelopor pangan mangrove.