Strategi Entrepreneurship Tiongkok Berbasis Filosofi Timur: Acara ITalk Book Discussion UC Library

Surabaya, 24 Februari 2026 — Di tengah perubahan ekonomi global yang semakin cepat dan kompetisi bisnis yang semakin kompleks, pemahaman strategi kewirausahaan menjadi semakin penting. Hal ini menjadi fokus Universitas Ciputra melalui UC Library dalam acara ITalk Book Discussion bertajuk “Unlocking the Chinese Way of Strategic Entrepreneurship” yang diselenggarakan pada Selasa, 24 Februari 2026.

Acara di UC Library Lounge ini menghadirkan Dr. Hendra, S.E., M.M., dosen International Hospitality and Tourism Business (IHTB) Universitas Ciputra, yang membahas bagaimana komunitas pebisnis Tiongkok mampu mempertahankan bisnis lintas generasi serta membangun jaringan bisnis yang kuat dan tahan krisis.

Dalam pemaparannya, Dr. Hendra menjelaskan bahwa keberhasilan banyak pengusaha Tiongkok tidak hanya didasarkan pada prinsip manajemen modern, tetapi juga dipengaruhi oleh pendekatan filosofi dan metafisika Timur yang digunakan untuk memahami karakter, potensi, serta momentum kehidupan seseorang. Salah satu konsep yang diperkenalkan adalah analisis empat pilar waktu kelahiran: tahun, bulan, hari, dan jam; yang digunakan untuk membaca struktur karakter dan kecenderungan seseorang dalam mengambil keputusan.

Dr. Hendra menekankan bahwa dalam bisnis keluarga, keberlanjutan usaha tidak hanya ditentukan oleh faktor warisan maupun hubungan keluarga, melainkan kecocokan karakter dan kompetensi penerus bisnis. “Banyak bisnis keluarga gagal bertahan karena kepemimpinan diberikan hanya berdasarkan hubungan keluarga, tanpa melihat kecocokan struktur kemampuan dan karakter,” ujarnya.

Selain memahami karakter individu, pendekatan tersebut juga digunakan untuk membaca siklus waktu atau timing dalam kehidupan dan bisnis. Dr. Hendra menjelaskan bahwa setiap individu dan usaha memiliki fase naik dan turun yang dipengaruhi oleh perubahan siklus energi atau zaman. Dengan memahami pola tersebut, seorang entrepreneur dapat menentukan waktu yang tepat untuk melakukan ekspansi, investasi, maupun strategi bertahan dalam menghadapi perubahan situasi bisnis.

“Tidak ada orang yang selalu berada di atas, karena setiap periode memiliki perubahan elemen dan momentum,” jelasnya dalam forum diskusi. Beliau pun menyoroti kesalahan umum yang sering dilakukan generasi muda dalam memulai bisnis, dimana mereka terlalu fokus pada tren (FOMO) tanpa memahami kondisi diri, lingkungan, serta momentum yang tepat.

Melalui diskusi ini, peserta diajak untuk menggabungkan pendekatan manajemen modern dengan sudut pandang kebijaksanaan Tiongkok yang telah berkembang selama berabad-abad. Kegiatan ini diharapkan dapat memperluas wawasan mahasiswa dan civitas Universitas Ciputra dalam memahami strategi kewirausahaan yang tak hanya mengejar keuntungan jangka pendek namun juga memastikan keberlangsungan bisnis hingga lintas generasi.

Penulis: UKM Balawarta