Bongkar Rahasia Pembuatan Film Langsung dari Para Expert melalui Festival Film Pendek

Foto bersama dengan para expert di acara festival film pendek Universitas Ciputra Surabaya

Mahasiswa fakultas ilmu komunikasi Universitas Ciputra Surabaya mengadakan festival film pendek yang diselenggarakan di Dian Auditorium. Ada total 300 film pendek dari karya mahasiswa, komunitas film, dan masyarakat luas hingga profesional yang telah terkumpul pun diseleksi menjadi sebanyak 20 film untuk ditayangkan pada hari Senin, 29 Mei 2023 hingga Sabtu, 3 Juni 2023. 

Genre film pendek yang ditampilkan pada festival tersebut terdiri dari film dokumenter, horor, thriller, slice of life, dan lain sebagainya. Selain itu, para expert yang telah berpengalaman dalam pembuatan film pun turut hadir untuk membagi pengalaman serta pengetahuan mengenai industri film di Indonesia dalam sharing section. 

Para penonton yang hadir dalam sharing section pun mendapatkan kesempatan untuk bertanya secara langsung kepada para expert tentang dunia film, mulai dari proses pembuatan, hingga strategi yang dapat diterapkan agar film dapat sukses di pasaran. Melalui sesi tanya jawab, para penonton diharapkan dapat lebih mengerti tentang industri film dan menumbuhkan minat masyarakat dalam sektor tersebut.  

Runtutan acara pun selalu disambut oleh antusias penonton dari awal hingga akhir pun menandakan bahwa acara berlangsung sukses. Menurut para panitia, strategi yang ditetapkan agar menarik perhatian penonton untuk datang adalah dengan menetapkan tema film tertentu di hari yang berbeda. 

“Festival film ini dipersiapkan selama satu semester. Dalam persiapan tersebut, kami saling berbagi tugas mulai dari menyusun konsep, mencari karya film yang akan ditampilkan, dan lain sebagainya. Meskipun pada awalnya kita sempat mengalami berbagai kendala, kita pun akhirnya merasa puas dikarenakan acara berjalan sangat lancar.” Ujar Bela Ayu selaku panitia pemasaran. 

Melalui festival film pendek tersebut, harapan yang ingin diraih adalah meningkatkan pemahaman masyarakat dalam menghargai karya seni sehingga mengurangi angka pembajakan, serta menumbuhkan minat masyarakat untuk berkontribusi dalam industri film Indonesia.

Penulis: Farren Ardina