
Komitmen Universitas Ciputra dalam mengembangkan semangat entrepreneurship kembali mendapatkan perhatian luas dari berbagai media nasional. Kegiatan Studium Generale bertajuk “Young Entrepreneurs: Challenges and Opportunities” yang diselenggarakan oleh lingkungan Entrepreneurship & Venture Development (ENT) Universitas Ciputra tidak hanya menghadirkan diskusi inspiratif bagi mahasiswa, tetapi juga menjadi sorotan berbagai media karena kehadiran Dyah Roro Esti Widya Putri, Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia.

Kunjungan Dyah Roro Esti Widya Putri, Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia di Universitas Ciputra di bawah koordinasi Departemen Entrepreneurship & Venture Development
Berbagai media nasional dan regional seperti ANTARA, Tribun News, TIMES Indonesia, RRI, Suara Indonesia, Sindikat Post, hingga Surabaya Times memberitakan kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya mendorong lahirnya generasi entrepreneur muda yang mampu berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kehadiran Dyah Roro Esti Widya Putri dinilai memberikan perspektif yang relevan mengenai pentingnya membangun keberanian berwirausaha sejak masa kuliah, terutama di tengah perubahan ekonomi global yang bergerak sangat cepat. (kemendag.go.id).
Dyah Roro Esti Widya Putri menekankan bahwa Indonesia masih membutuhkan lebih banyak entrepreneur
Dalam sesi kuliah umum yang berlangsung di Universitas Ciputra Surabaya, Dyah Roro Esti Widya Putri menekankan bahwa Indonesia masih membutuhkan lebih banyak entrepreneur untuk meningkatkan daya saing ekonomi nasional. Beliau menyampaikan bahwa rasio kewirausahaan Indonesia saat ini masih berada di angka sekitar 3,29 persen, angka yang masih tertinggal dibandingkan beberapa negara lain di kawasan Asia Tenggara maupun negara maju. Karena itu, generasi muda memiliki peran penting dalam memperkuat ekosistem entrepreneurship Indonesia melalui inovasi, kreativitas, dan keberanian untuk memulai usaha. (kemendag.go.id)
Pesan yang disampaikan oleh Dyah Roro Esti Widya Putri juga menekankan bahwa entrepreneurship tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Menurut beliau, langkah pertama yang paling penting adalah keberanian untuk mencoba dan terus belajar. Mahasiswa didorong untuk memanfaatkan masa kuliah sebagai ruang eksplorasi ide, membangun pengalaman, dan mengembangkan kemampuan yang dapat menjadi fondasi ketika mereka memasuki dunia bisnis di masa depan. Pendekatan ini sejalan dengan semangat entrepreneurship yang selama ini menjadi bagian penting dari proses pembelajaran di Universitas Ciputra. (SUARA INDONESIA)
Pendidikan entrepreneurship salah satu faktor strategis menghadapi tantangan masa depan
Perhatian media terhadap kegiatan ini juga menunjukkan bahwa pendidikan entrepreneurship semakin dipandang sebagai salah satu faktor strategis dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan. Dalam berbagai pemberitaan disebutkan bahwa Universitas Ciputra menjadi salah satu kampus yang secara konsisten mengembangkan pembelajaran berbasis entrepreneurship melalui pendekatan experiential learning, di mana mahasiswa tidak hanya belajar teori tetapi juga didorong untuk membangun usaha nyata dan memahami kebutuhan pasar secara langsung. (kemendag.go.id)
Selain membahas tantangan entrepreneurship, kegiatan ini juga menyoroti peluang yang dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk berkembang dalam skala global. Salah satu hal yang mendapat perhatian adalah pengenalan program Campuspreneur yang didorong oleh Kementerian Perdagangan. Program tersebut dirancang untuk membantu lahirnya entrepreneur muda melalui berbagai bentuk dukungan seperti pelatihan, kurasi produk, pengembangan kapasitas bisnis, hingga akses pasar yang lebih luas. Kehadiran program seperti ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara dunia pendidikan dan pemerintah menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem entrepreneurship yang lebih kuat di Indonesia. (kemendag.go.id)
Liputan Media kunjungan Bu Dyah Roro Esti Widya Putri ke Entrepreneurship & Venture Development Universitas Ciputra Surabaya
Bagi Universitas Ciputra, liputan dari berbagai media nasional menjadi bukti bahwa berbagai inisiatif yang dilakukan oleh Entrepreneurship & Venture Development (ENT) memiliki relevansi yang kuat dengan kebutuhan bangsa saat ini. Di tengah persaingan global dan perkembangan teknologi yang terus berubah, kemampuan untuk berpikir kreatif, melihat peluang, dan membangun solusi menjadi kompetensi yang semakin penting bagi generasi muda. Karena itu, kegiatan seperti Studium Generale tidak hanya menjadi ruang belajar, tetapi juga menjadi sarana untuk mempertemukan mahasiswa dengan para pemimpin, praktisi, dan pengambil kebijakan yang memiliki pengalaman nyata dalam membangun perubahan.
Sebagai kampus yang mengusung visi “Creating World Class Entrepreneurs,” Universitas Ciputra terus berupaya menghadirkan pengalaman belajar yang menghubungkan dunia akademik dengan kebutuhan dunia nyata. Kehadiran Dyah Roro Esti Widya Putri serta perhatian luas dari berbagai media nasional menunjukkan bahwa pengembangan entrepreneurship bukan hanya menjadi agenda kampus, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama untuk mempersiapkan generasi muda Indonesia yang mampu bersaing di tingkat global. Dengan semakin banyak mahasiswa yang berani memulai usaha, berinovasi, dan mengembangkan ide menjadi solusi nyata, harapan untuk meningkatkan rasio kewirausahaan nasional menjadi semakin terbuka.
Liputan Media Terkait
- ANTARA News – Wamendag Dorong Mahasiswa Tingkatkan Rasio Kewirausahaan Indonesia (kemendag.go.id)
- TIMES Indonesia – Cetak Eksportir Muda, Kemendag Akselerasi Program Kampuspreneur di Universitas Ciputra (TIMES Indonesia)
- Suara Indonesia – Wamendag Roro Dorong Mahasiswa UC Surabaya Berani Memulai Usaha Sejak Dini (SUARA INDONESIA)


