
Panji merupakan salah satu Elective Course dari program studi International Hospitality & Tourism Business Universitas Ciputra. Cerita Panji sendiri bermula dari sebuah kisah roman Panji Asmarabangun dengan Dewi Sekartaji, yang sama sebagaimana dongeng lainnya dari berbagai daerah dan belahan dunia. Pada perkembangannya kisah Panji tidak hanya berujud sastra lisan, namun juga dapat menjadi materi dari banyak seni pertunjukan.
Hal itu juga yang disampaikan oleh Heri “Lentho” Prasetyo, penggagas awal cerita Panji saat menjadi pembicara tamu pada kuliah Panji di Universitas Ciputra. Cerita Panji dapat juga dibawakan melalui dongeng, sendratari, wayang serta musik.


Heri yang pernah mendapatkan penghargaan dari Menteri Pariwisata 2014 dalam kategori Kreator Seni Pertunjukkan ini menuturkan bahwa market untuk kesenian masih terbuka luas, terutama untuk negara – negara di Eropa dan Asia. Hal ini tentunya berkaitan dengan bagaimana kita mentransformasikan seni dan tradisi tersebut kepada generasi muda dengan cita rasa kekinian.
Masih menurut Heri, Cerita Panji sendiri memiliki 3 unsur, yakni konsep dan nilai, aktivitas (penggalian ide cerita) dan produk. Kreativitas penyajian cerita panji memerlukan eksplorasi dalam menyusun serta memadukan unsur baru pada materi pagelaran Panji. Tema kesenian Panji sendiri dapat dimanfaatkan untuk bisnis, seperti menjadi tema pada upacara perkawinan, kuliner, fashion, kerajinan tangan, buku cerita serta pendidikan.
Informasi yang diberikan oleh Heri “Lentho” Prasetyo ini tentunya memberikan wawasan baru untuk mahasiswa IHTB UC bahwa seni budaya dan tradisi sangat penting karena merupakan pembeda suatu bangsa. Dengan memberikan sentuhan kreativitas dan mengkolaborasikan tradisi budaya dengan unsur baru, kita masih dapat membuka peluang bisnis.





