Vaccine Based Tourism merupakan istilah yang diberikan untuk pariwisata yang berbasis vaksin. Di mana saat wisatawan datang berkunjung ke tempat wisata, mereka akan mendapatkan vaksin COVID-19. Vaccine Based Tourism merupakan salah satu program yang diusulkan kepada pemerintah terkait dengan solusi menggerakkan kembali sektor pariwisata yang terdampak pandemic COVID-19. Program ini menjadi salah satu terobosan baru yang bahkan di luar kebiasaan normal yang kita lakukan. Banyak dari kita berpikir akan menunggu pemberian vaksin secara merata , baru kemudian sektor pariwisata akan bangkit kembali. Namun dengan adanya pariwisata berbasis vaksin kita bisa mendapatkan keuntungan dengan cara yang berbeda.
Program Vaccine Based Tourism diwacanakan berjalan setelah proses vaksinasi dari pemerintah dan vaksin mandiri telah berjalan. Seperti yang sudah kita tahu bahwa proses vaksin telah dalam proses pada tahap 1 & 2 yang direncanakan berlangsung dari bulan Januari 2021–April 2021. Vaksin diberikan pada tenaga kesehatan dan sejajarnya, dan petugas pelayanan publik. Sementara itu, ada kabar baik dari pemerintah untuk anggota PHRI yang dimasukkan ke dalam daftar nama yang menerima vaksin COVID-19 tahap yang kedua.
Seperti yang kita ketahui bahwa sektor pariwisata membutuhkan mobilisasi masyarakat. Namun dikarenakan adanya arahan untuk “di rumah saja” maka tingkat pengunjung dari masyarakat telah menurun drastis. Para pelaku pariwisata juga merupakan salah satu sektor yang langsung bersentuhan dengan publik dan konsumen. Dengan adanya penerima vaksin tersebut, diharapkan pengunjung tidak takut lagi untuk bepergian dan tetap menaati protokol kesehatan yang berlaku.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Badung I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya dan Ketua PHRI Kabupaten Gianyar Pande Mahayana Adityawarman telah setuju untuk usulan program ini diberlakukan di Bali. Bali merupakan salah satu lokomotif pariwisata terbesar di Indonesia dan juga hubungan pariwisata yang besar. Sehingga bila program tersebut berhasil dan menarik minat banyak wisatawan untuk berkunjung. Maka program tersebut akan diberlakukan secara merata ke seluruh Indonesia.
Pandemic COVID-19 berdampak pada menurunnya kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia. Hingga bulan November 2020 diperkirakan pengunjung yang datang sebanyak 1,05 juta wisatawan yang datang ke Bali dengan 1.04 melalui jalur udara (bandara) dan sisanya melalui jalur laut (pelabuhan). Jumlah tersebut mengalami penurunan drastis bila dibandingkan dengan November 2019, di mana sebanyak 5,72 juta wisatawan yang datang berkunjung. Diperkirakan penurunan tingkat pengunjung dalam persentase mencapai 81,65%.
Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) tanggal 4 Januari 2020, 10 Negara Utama Asal Wisman Ke Bali Hingga November 2020. Wisatawan asing yang paling banyak berkunjung ke Bali berasal dari negara Australia. Diperkirakan jumlah wisatawan tersebut mencapai 222,36 ribu kunjungan. Negara kedua yang terbanyak adalah Tiongkok dan India. Diperkirakan kunjungan wisatawan masing – masing adalah 117,08 ribu dan 67,37 ribu kunjungan wisatawan.
Dari berbagai hal di atas, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa sektor pariwisata sudah berkembang maju untuk pemulihan ekonomi. Di mana banyaknya inovasi dan bantuan dari pemerintah agar sektor pariwisata bisa kembali meningkat dan menarik banyak wisatawan untuk datang. Dengan adanya contoh inovasi Vaccine Based Tourism yang sebenarnya juga sudah diterapkan di beberapa negara luar. Diharapkan Indonesia bisa segera pulih dan ekonomi bisa semakin maju dan berkembang.
Penulis : Kezia Victory P. – Mahasiswi Hotel and Tourism Business Universitas Ciputra
Editor : Maria Wanda A.K. – Laboran of Laboratory of Tourism




