Literasi dan pola pikir kritis terhadap berbagai informasi menjadi sangat penting untuk mendukung perilaku entrepreneurship. Digitalisasi informasi berdampak pada terjadinya distrubsi informasi, sehingga membutuhkan kecakapan dalam memilah dan memilih informasi yang tepat sekaligus kritis terhadap segala informasi yang ada. Wacana sejarah selalu menjadi informasi yang menarik untuk kepentingan pembentukan nilai, karakter, dan identitas kebangsaan. Selain itu, wacana sejarah juga berkepentingan dalam upaya penemuan nilai, karakter, dan identitas personal. Penyajian wacana sejarah kerap dianggap kehilangan daya tarik karena kehadiran yang tidak dikemas dalam balutan kekinian. Tentunya, besar sekali peluang untuk menghadirkan wacana sejarah melalui media baru, cara baru, kemasan baru dengan pendekatan entrepreneurship.
Mata kuliah “Literasi Kreatif Sejarah Untuk Non-Sejarawan” dipersiapkan untuk mengembangkan perilaku entrepreneurship yaitu kemampuan literasi dan berpikir kritis terhadap informasi, terutama terkait narasi sejarah yang berkembang di masyarakat. Mahasiswa akan bekerjasama menghasilkan produk kreatif terkait topik sejarah yang kontroversial dengan pesan dan teknik yang menarik serta mampu memancing debat publik. Tahapan kerja mahasiswa meliputi pembelajaran tentang literasi informasi, pengenalan teknik penyesatan pikiran, propaganda/anti propaganda, intelijen/kontra-intelijen, pelatihan keterampilan membaca data, mengidentifikasi fakta serta melakukan interpretasi sejarah secara logis, kritis dan faktual sesuai dengan metode ilmiah lantas menyampaikannya kepada publik (storytelling) melalui pendekatan ekosistem berbasis industri kreatif. Sikap antusias terhadap hal-hal baru, mampu berkolaborasi dalam tim lintas disiplin, berwawasan luas, aktif mencari tahu, suka berjejaring, manajemen waktu serta memiliki ketertarikan pada industri kreatif (walau bukan sebagai profesi/disiplin utama) akan menjadi modal untuk keberhasilan dalam mata kuliah ini.

