Seminar dan Pameran Kekerasan Seksual Musuh Kita Bersama

UC|SEH|Suryadi Kusniawan_Universitas Ciputra berkolaborasi dengan Komnas Perempuan dan Roemah Bhinneka untuk memperingati 25 Tahun Reformasi dengan serangkaian kegiatan, salah satunya melalui seminar tentang “Kekerasan Seksual, Musuh Kita Bersama”. Seminar dilangsungkan pada hari Sabtu, 27 Mei 2023 jam 07:30-11:35 wib, di Dian Auditorium Universitas Ciputra Surabaya. Seminar tersebut menghadirkan Prof. Dr. KH. Said Agil Siradj, M.A. (Wakil Ketua TGPF Mei 1998), Veryanto Sitohang (Komisioner Komnas Perempuan), dan Wulansary (Penggugat Kekerasan Seksual).

Veryanto Sitohang sebagai Komisioner Komnas Perempuan membeberkan tumpukan kasus kekerasan seksual yang terjadi selama kerusuhan Mei 1998 yang sampai sekarang belum menemukan kejelasan, sehingga butuh kesadaran bersama untuk terus menyuarakan penegakan keadilan dan penyelesaian kasus-kasus tersebut, termasuk tumpukan kasus yang terjadi di luar tragedi Mei 1998. Prof. Dr. KH. Said Agil Siradj, M.A. sebagai Wakil Ketua TGPF dan Tokoh Agama menceritakan beberapa fakta temuan tim TPGF Mei 98, yang sudah di serahkan sebagai rekomendasi terhadap penyelesaian tragedi tersebut ke pemerintah, namun masih banyak yang belum ada kejelasan. Selain itu, beliau juga menjelaskan betapa tekanan terhadap beliau sebagai tim TPGF ketika itu hingga teror yang terjadi, menjadi gambaran betapa beratnya kerja tim TPGF yang berlangsung saat itu. Beliau berpesan agar generasi baru, khususnya bagi para mahasiswa, untuk menempatkan tragedi Mei 98 sebagai kenangan buruk bagi bangsa Indonesia dan jangan sampai terulang lagi dikemudian hari. Sedangkan ibu Wulansary menceritakan pengalaman beliau bergelut dengan berbagai tantangan dalam upaya untuk memperjuangkan kasus kekerasan seksual yang terjadi di salah satu institusi pendidikan di Surabaya, yang kebetulan anak beliau menjadi salah satu korban.

Seminar tersebut diharapkan bisa menjadi momentum bagi kita semua untuk menatap kembali sejarah kelam tragedi Mei 1998, menatap secara reflektif dan evaluatif terhadap cara kita memandang kekerasan seksual. Kekerasan seksual adalah musuh kita bersama, dan bisa terjadi pada orang-orang sekitar kita yang kita sayangi atau kita kenal. Kiranya itu yang bersama-sama harus diperjuangkan dan disuarakan dengan lantang.

Selain seminar, rangkaian kegiatan juga menghadirkan pameran “Foto Kekerasan Seksual Mei dan Kini” yang akan dipamerkan Corepreneur UC selama sepekan (22-27 Mei 2023). Selain itu dilakukan juga pemutaran video karya mahasiswa tentang Perundungan dan Kekerasan Seksual Masa Kini, pembacaan puisi oleh perempuan lintas agama. Sebagai penutup dilangsungkan sajian kuliner “Rujak Pare Sambel Kecombrang”, sebagai upaya simbolis untuk menggambarkan nasib getir dan pahit para jelita yang tersandung sebagai korban kekerasan seksual, khususnya tragedi Mei 1998. “Rujak Pare Sambel Kecombrang” adalah ritual yang diinisasi oleh Harjanto Salim sejak tahun 2018 di Semarang, sebagai bentuk adaptasi dari tradisi masyrakat, khususnya Tionghoa dan Jawa, yang selalu menempatkan makanan khas di setiap ritual peringatan tertentu.

Lebih lanjut tentang seminar tersebut dapat dilihat di tautan berikut ini.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *