UC|SEH|Suryadi Kusniawan UC Ventures sebagai inkubator digital di bawah naungan School of Entrepreneurship and Humanities (SEH) Universitas Ciputra bertugas melakukan pendampingan dan mentoring terhadap seluruh civitas akademika Universitas Ciputra yang berkomitmen untuk membangun bisnis yang inovatif dan berkelanjutan. Sebagai upaya untuk mendukung misi tersebut, UC Ventures berkewajiban untuk membangun jejaring yang dibutuhkan untuk memberikan layanan dan mengoptimalkan output yang dihasilkan.
Seperti yang dilansir oleh Forbes (bisnis.com), beberapa trend yang diprediksikan berimbas besar terhadap dunia bisnis di tahun 2023, yakni percepatan transformasi digital, inflasi dan keamanan rantai pasok, bisnis yang berkelanjutan, pengalaman pelanggan yang immersif, dan tantangan dalam pengelolaan sumber daya. Sebagai tanggapan dan antisipasi trend tersebut, UC Ventures berupaya menjalin kolaborasi dengan stakeholder yang kompeten di setiap aspek bisnis. Salah satu langkah yang dilakukan adalah studi banding UC Ventures ke beberapa stakeholder di Jakarta tanggal 29 Januari 2023 sampai 4 Februari 2023. Beberapa stakeholder yang dikunjungi antara lain: BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional), Accelerice, Hactiv 8, Endeavor, Tata Invormasi Asia (TIA), Universitas Multimedia Nusantara, Kalbis Institute, I3L, Indigo Connect, dan Bapak Antonius Tanan.
Studi Banding UC Ventures di Jakarta bertujuan menjajaki potensi kolaborasi untuk mendatangkan mentor yang kompeten dan berpengalaman untuk mentoring ke para tenant UC Ventures, penjajakan kolaborasi program yang dapat diikuti oleh tenant UC Ventures, penjajakan kolaborasi program matchmaking yang bertujuan untuk menjalin kolaborasi antara tenant UC Ventures dengan tenant milik partner, dan penjajakan kolaborasi pendanaan startup digital.
Salah satu agenda studi banding dengan Bapak Antonius Tanan yang dilakukan pada tanggal 2 Februari 2023. Pertemuan dilakukan di rumah Bapak Antonius Tanan yang dijuluki Rumah JP (Jelajah Pencerahan) di Sunrise Garden Jakarta. Beberapa masukan disampaikan Bapak Antonius Tanan dalam pertemuan tersebut terkait pengelolaan inkubator, terutama inkubator teknologi. Beliau menjelaskan bahwa pengelolaan inkubator membutuhkan waktu yang cukup panjang, sehingga pengelola inkubator harus memiliki 3P (passion, program, dan power). Tanpa ketiga hal tersebut, pengelolaan inkubator akan sulit dan lambat.

