
“Pusing gue, tugas kuliah banyak banget. Mana bentar lagi UAS, terus harus baca jurnal, masih pusing nyari dana buat acara kampus, bla… bla… blah…”
Apakah itu jeritan kalian UCPeople? Gak usah kuatir, salah satu cara yang bisa kalian tempuh adalah datang ke Library Lounge. Di sini kalian bisa bersantai sejenak, ngobrol bareng temen dan ngerjain tugas bareng sambil ngopi. Yup, mulai Oktober lalu telah hadir stand kopi ‘504 Slowbar’ di Library Lounge dengan berbagai varian kopi. Digagas oleh mahasiswa Visual Communication Design, Senna Satrio dan Sthira Yabin, kopi mereka terkenal sebagai kopi pantat, “Tidak bermaksud porno karena yang kita tampilkan bukan pantat cewek atau cowok, tapi pantat kita semua dan tentu tidak sembarangan comot brand,” ujar Senna. Label pantat itu mempunyai filosofi. “Kita semua punya pantat dan pasti beragam. Nah, ada makna keberagaman di sana,” tuturnya sambil guyon. Menurut dia, ada pantat putih, hitam, palsu, asli, gemuk, dan kurus. Jadi hidup kita ya beragam seperti pantat itu,” lanjutnya.
Meski sekarang tampak lancar dan peralatannya lengkap, usaha mereka berawal dari dua teko kopi bekas. Namun, lanjut dia, berbisnis tidak perlu mewah serta menunggu cukup modal. Yang penting, ada keinginan, ada tekad, dan yakin sukses. 504 Slowbar juga sempat masuk liputan Koran Jawa Pos tanggal 18 April 2019 Hal.19

