Rektor Universitas Ciputra, Yohannes Somawiharja, menyatakan bahwa kemitraan ini sejalan dengan visi institusinya untuk melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara teori, tetapi juga mampu memberikan solusi konkret bagi tantangan industri.
“Kami tidak ingin riset yang dihasilkan hanya menjadi dokumen akademik. Kerja sama dengan PT SPIL adalah upaya kami untuk memastikan bahwa pengetahuan yang dikembangkan di kampus dapat diaplikasikan secara nyata di sektor industri,” ungkap Yohannes.
Kesempatan belajar langsung
Ia juga menekankan bahwa mahasiswa Universitas Ciputra akan mendapatkan kesempatan belajar langsung dari kasus-kasus nyata di industri logistik dan pengiriman.
“Kami akan segera melakukan asesmen di PT SPIL untuk menentukan area riset yang relevan. Kami yakin kerja sama ini akan membawa inovasi yang bermanfaat bagi kedua pihak dan masyarakat luas,” jelasnya.
Yohannes berharap pembentukan SPIL Research Center ini dapat menjadi inspirasi bagi kolaborasi serupa antara institusi pendidikan dan dunia usaha di Indonesia. Menurutnya, inisiatif ini juga mendukung kebijakan pemerintah yang mendorong sinergi antara akademisi, industri, dan pemerintah—dikenal sebagai triple helix—untuk mempercepat inovasi dan pertumbuhan ekonomi nasional.

