Peran Universitas Ciputra Surabaya dalam Pengembangan Quality Assurance melalui Workshop TrainIQA II ASEAN-QA

23 Agustus 2025

Sebagai kelanjutan dari pelaksanaan Workshop TrainIQA I ASEAN-QA yang diselenggarakan di Bangkok, Thailand, pada tanggal 17–21 Maret 2025, kegiatan Workshop TrainIQA II ASEAN-QA kembali dilaksanakan di Potsdam dan Berlin, Jerman, pada tanggal 18–22 Agustus 2025. Penyelenggaraan kedua workshop ini merupakan bagian dari rangkaian program Training on Internal Quality Assurance (TrainIQA) yang dikembangkan dan dilaksanakan dalam kerangka kerja ASEAN-QA.

Program TrainIQA ASEAN-QA merupakan hasil kerja sama antara German Academic Exchange Service (DAAD) dan German Rectors’ Conference (HRK). Program yang merupakan bagian dari Dialogue on Innovative Higher Education Strategies (DIES) Programme ini dipercayakan kepada Centre for Quality Development (ZfQ), University of Potsdam, yang bertanggung jawab untuk mengorganisir kegiatan. Dalam TrainIQA II ASEAN-QA Workshop, Lenny Rosita, S.T., M.MT., selaku Head of Institutional Development and Quality Enhancement – Executive Board Office Universitas Ciputra Surabaya, dipercaya untuk terlibat sebagai pakar dan fasilitator. Undangan resmi yang diterima oleh Ibu Lenny mencerminkan pengakuan internasional terhadap kompetensi dan pengalaman Universitas Ciputra Surabaya dalam pengembangan dan implementasi sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi. Keterlibatan ini menunjukkan bahwa Universitas Ciputra Surabaya merupakan bagian dari komunitas praktisi Quality Assurance internasional yang berkontribusi dalam pengembangan praktik QA lintas negara.

TrainIQA II ASEAN-QA Workshop diikuti oleh peserta dari berbagai negara di kawasan ASEAN, seperti Indonesia, Malaysia, Filipina, Brunei Darussalam, Vietnam, Myanmar, Kamboja, dan Timor-Leste. Peserta berasal dari latar belakang dan peran dalam institusi yang beragam, mulai dari pengelola Quality Assurance, pimpinan akademik, hingga staf pendukung pengembangan mutu. Melalui sesi diskusi kelompok dan kegiatan praktik, para peserta didampingi oleh para instruktur untuk merancang proyek peningkatan mutu yang relevan dengan konteks institusi masing-masing. Pada Workshop II ini peserta diminta untuk menyampaikan progress project masing-masing yang telah dilakukan sejak Bulan Maret 2025.

“Survey Design in Quality Assurance: How to Formulate Questions” adalah salah satu sesi penting dalam Workshop II yang disampaikan oleh Ir. Prof. Dr. Rajkumar Durairaj dari Universiti Tunku Abdul Rahman (UTAR), Malaysia, dengan Ibu Lenny Rosita berperan sebagai Madam Chair pada sesi tersebut. Sesi ini membahas peran survei sebagai sarana yang strategis dalam Quality Assurance, terutama dalam mendukung pengambilan keputusan berbasis data dan peningkatan mutu berkelanjutan. Peserta pada sesi ini diajarkan bahwa survei pemeriksaan kualitas bukan sekadar alat pengumpulan data, tetapi juga sarana penelitian yang harus dirancang secara sistematis dengan tujuan yang jelas, pertanyaan yang terstruktur, serta rencana analisis yang tepat. Diskusi dan latihan praktis berfokus pada prinsip-prinsip perancangan pertanyaan yang baik, seperti penggunaan bahasa yang netral, kejelasan konteks, serta penghindaran bias dan asumsi.

Keterlibatan Universitas Ciputra Surabaya dalam TrainIQA II ASEAN-QA Workshop memperkuat posisi institusi dalam penjaminan mutu pendidikan tinggi di kancah internasional. Melalui peran aktif sebagai trainer dan moderator sesi, Universitas Ciputra Surabaya turut berkontribusi dalam pertukaran praktik baik, penguatan kapasitas QA, serta pengembangan perspektif global dalam pengelolaan mutu pendidikan tinggi. Partisipasi ini diharapkan dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi penguatan sistem Quality Assurance internal Universitas Ciputra Surabaya, sekaligus mempertegas peran Indonesia dalam forum internasional pengembangan penjaminan mutu pendidikan tinggi di kawasan ASEAN.

Penulis: Kezia Elice Yulianto (Mahasiswa Program Studi ISB), Vincentia Jennifer Evelyn Tjioe (Mahasiswa Program Studi ISB)

Editor: Maria Ivana, Lenny Rosita