Kapan harus menolak proyek atau Klien?

Kami bertanya kebeberapa desainer bagaimana mereka memutuskan untuk menolak permintaan seorang klien atau menolak sebuah proyek

Madeby.studio co-founder and creative director Sam Taylor

Sebagai pemilik agensi digital yang baru memfokuskan diri ke ruang lingkup MedTech dan GreenTech, penting untuk memutuskan kapan menolak atau berpisah dari seorang klien. Ada empat faktor utama yang dipertimbangkan: Kami melakukan evaluasi apakah kebutuhan klien selaras dengan kekuatan kami. Jika tidak cocok, lebih baik untuk kedua belah pihak mengeksplorasi opsi lain. Kami mengikuti standar etika dan menghindari klien yang proyeknya bertentangan dengan nilai-nilai kami. Kami mengevaluasi beban kerja dan sumber daya kami. Jika kami tidak memiliki kapasitas untuk mengerjakan sebuah proyek, lebih baik kami tolak proyek tersebut. Kami memprioritaskan hubungan yang kuat. Jika masalah komunikasi atau kompatibilitas timbul pada awalnya, lebih baik untuk berpisah untuk menghindari masalah di masa depan. Menolak sebuah proyek bukanlah masalah yang sepele. Kami fokus pada klien dengan siapa kami dapat membangun kerjasama yang signifikan dan mencapai hasil yang luar biasa. Hal ini menjamin kesuksesan jangka panjang dan reputasi agensi kami.

Vault49 co-founder and executive creative director John Glasgow

Ada beberapa alasan mengapa kami akan memilih untuk tidak mengerjakan suatu proyek. Sebagai contoh adalah brief, atau permintaan dari klien tidak jelas sejak awal, atau apabila klien tidak memiliki tujuan yang pasti pada suatu proyek. Kami juga tidak akan menangani suatu proyek jika pada tahap pitch harga yang ditawarkan terlalu murah. Seperti banyak agency, kami telah semua merasakan dampak negatif memilih proyek dengan kondisi seperti itu. Dengan cara yang sama, jika sebuah Brand atau proyek tidak selaras dengan keahlian tim kami, atau kami terlalu sibuk pada saat itu dan harus bergantung pada freelancer untuk menyelesaikannya, maka kami tidak akan menerima. Dari sudut pandang internal, menerima proyek dengan alasan-alasan tersebut dapat mempengaruhi semangat tim, dan kita semua tahu bahwa tim yang bahagia adalah tim yang paling efektif! Klien yang ideal adalah yang menetapkan brief dan tujuan proyek yang jelas, benar-benar bersemangat dengan bagaimana kita dapat mengubah mereka bersama-sama, dan bekerja sama selama proses.

Love founder and executive creative director David Palmer

Ada saat dimana lebih baik kita tidak mengerjakan suatu proyek atau menolak untuk menerima sesoarang klienmengerjakan. Dan terkadang menjadi sangat mundah untuk menolak semisal jika klien tidak cocok dengna harga yang kita tawarkan atau jika terjadi konflik kepentingan antara pihak kami dengan pihak klien. Akan tetapi terkadang menjadi lebih susah untuk menolak suatu proyek dari klien, terlebih lagi jika kline tersebut sudah lama menjadi klien kami. Akan tetapi kita harus bisa menolak, meskipun hal tersebut bisa merugikan pada jangka pendek, namun kemungkinan bisa menguntungkan pada jangka panjang

Prioritas utama kami adalah budaya kerja tim kami dan reputasi agensi kami. Tim-tim hebat menciptakan pekerjaan hebat, dan pekerjaan itu menarik lebih banyak pelanggan dengan brief hebat.

Diterjemahkan dari artikel yang ditulis oleh Abbey Bamford (https://www.designweek.co.uk)

Artikel lain