![]()
Universitas Ciputra (UC) Surabaya telah menginisiasi program kreatif dengan mendaur ulang tutup botol plastik menjadi karya seni dan hiasan Natal yang ramah lingkungan. Program ini bertujuan untuk mengurangi limbah plastik di lingkungan kampus dan mengedukasi mengenai Sustainable Design. Dosen Visual Communication Design (VCD) UC, Alexandra Ruth Santoso, S.Des., M.A., mengatakan bahwa kampus telah menyediakan fasilitas isi ulang air minum untuk penggunaan botol minum pribadi, tetapi botol plastik sekali pakai masih sering ditemukan.
Pada awal 2024, Bu Ruth mengajukan ide pengelolaan sampah pada Universitas Ciputra (UC) sembari mengumpulkan tutup botol plastik. Dengan bantuan mahasiswa, program tersebut berhasil mengolah tutup botol plastik bekas menjadi produk seni berbentuk pixel art dan charm. Proses ini dimulai pada bulan September menempatkan kotak pengumpulan tutup botol di 15 titik kampus. Setiap bulan, tutup-tutup botol ini dikumpulkan untuk diolah lebih lanjut.
Dengan bantuan partner pabrik plastik, proses pengelolaan dimulai dengan membersihkan tutup botol, setelah itu mencacah tutup botol dengan mesin cacah, lalu melelehkan tutup botol plastik menggunakan mesin leleh dan alat press hingga 200 derajat sekitar 3 menit sampai tipis dan menjadi lempengan plastik. Lempengan ini kemudian dipotong kecil-kecil dan disusun menjadi karya seni pixel art. Salah satu karya yang dihasilkan adalah lukisan bertema perdamaian dan harapan, menggambarkan lentera dan lilin sebagai simbol terang dan harapan. Untuk membuat satu lukisan, dibutuhkan sekitar 400 tutup botol, setara dengan 1.540 potongan pixel kecil.
Pada kegiatan pembuatan pixel art ini didukung oleh beberapa dosen dan mahasiswa yang terlibat, yakni Ibu Alexandra Ruth sebagai project manager, Kezia Euginia (2022) yang terlibat di proses plastic recycling, Bapak Putu Wardhani dan Miraclyn Christella (2021) sebagai pixel art designer serta Ibu Yosephien Reynalda Prananda Wibowo sebagai pixel art assembler.
![]()
Selain lukisan, tim juga menciptakan gantungan kunci (charm) dari tutup botol daur ulang yang dapat digunakan sebagai hiasan pohon Natal. Setiap charm memanfaatkan sekitar tiga tutup botol. Bu Ruth mengatakan bahwa mereka tidak mencampurkan bahan lain dalam proses ini, sehingga hasilnya adalah plastik HDPE murni yang dapat didaur ulang kembali di masa depan. Kegiatan ini juga berhasil menarik antusiasme yang luar biasa dari media cetak maupun elektronik di kota Surabaya dan dipublikasikan di channel media mereka.
Melalui inovasi ini, Universitas Ciputra tidak hanya mempromosikan gaya hidup ramah lingkungan tetapi juga menunjukkan bahwa limbah plastik dapat memiliki nilai estetika dan fungsional baru. Inisiatif ini diharapkan dapat menginspirasi komunitas kampus dan masyarakat luas untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan kreatif dalam memanfaatkan limbah plastik.
Dosen & Tenaga Kependidikan UC Sulap Limbah Tutup Botol Plastik jadi Pixel Art & Pernik Natal
Ke depannya, Universitas Ciputra berencana untuk terus mengembangkan inisiatif serupa, baik melalui kolaborasi internal maupun dengan komunitas luar yang memiliki visi serupa. Dengan semakin berkembangnya kesadaran akan pentingnya keberlanjutan, diharapkan lebih banyak proyek kreatif yang akan muncul, memanfaatkan sampah plastik untuk menciptakan produk-produk yang bermanfaat dan ramah lingkungan.
(Jason W)

