Dalam mata kuliah Human Resources (9/3), mahasiswa/i Hotel and Tourism Business Universitas Ciputra mendapat kesempatan untuk memperoleh informasi dari Bapak Aziz Fauzi. Beliau merupakan Human Resources dari Hotel Tentrem Yogyakarta. Beliau memaparkan beberapa materi dan juga memperkenalkan mengenai Hotel Tentrem Yogyakarta

Hotel Tentrem sendiri berlokasi di Jl. P. Mangkubumi No.72A, Cokrodiningratan, Derah Istimewa Yogyakarta. Hotel ini merupakan sebuah hotel bintang lima dengan menjunjung tinggo nilai budaya Jawa, sehingga hotel tersebut mendapat sebuah tempat tersendiri dengan ciri khas yang mereka miliki. Dari namanya sendiri sudah sangat terlihat budaya Jawa. “Tentrem” yang memiliki arti damai dan lebih mengacu kepada perasaan kedamaian dan ketenangan dengan maksud memberikan semua pelayanan kepada tamu agar tamu dapat merasakan kedamaian saat menginap dan menikmati fasilitas yang ada di hotel tersebut. Hotel Tentrem Yogyakarta adalah kombinasi yang sempurna antara kemewahan budaya dan tradisi Jawa dan layanan terbaik.

 

Fasilitas yang dimiliki oleh Hotel ini sangat lengkap dan tipe hotel tertinggi yang dimiliki hotel ini adalah Presidential Suite, Hotel ini memiliki Ballroom yang cukup besar dengan kapasitas hingga 2500 orang. Pada tahun 2014 Hotel Tentrem Yogyakarta ini mendapatkan penghargaan dari Asia Rooms Top Rated, dan pada tahun 2015 mendapatkan penghargaan Gold Circle Award Agoda.com. Ada pula beberapa tamu terhormat yang datang menginap di hotel ini seperti, Barack Obama President of  USA, dan The Malaysian King. Sebuah kehormatan bagi Hotel Tentrem Yogyakarta mendapatkan tamu-tamu yang luar biasa. Karyawan pada Hotel Tentrem Yogyakarta ialah 315 orang, traniee 140 orang dan lainnya adalah pekerja daily worker.

Di dalam pemaparan materi yang diberikan, juga di bahas tentang perkembangan industri pada saat ini. Mulai dari industri 1.0 hingga industri 4.0 bahkan persiapan industri di 5.0 yang sedang Jepang siapkan. Dalam penjelasan tersebut dapat dilihat bahwa perkembangan teknologi saat ini cukup pesat, sehingga beberapa perusahaan bidang jasa dapat terancam jika tidak memiliki skill, keunikan yang khusus untuk menarik konsumen.

Penulis: Gabriella Putri Andrista Wattimena – HTB 2017

Artikel lain