IMG_4116

Pada Sabtu, 12 Maret 2016, jurusan International Hospitality and Tourism Business Universitas Ciputra dalam mata kuliah Hospitality & Tourism Business Plan mendatangkan pembicara tamu, Bapak I Gusti Putu Laksaguna selaku Presiden National Tourism Profesional Board Indonesia.

Pak Putu membuka materi kuliah dengan pertanyaan, “Mengapa pariwisata dipandang sebagai isu yang seksi?”. Beliau mengatakan, bahwa pariwisata menjadi penggerak ekonomi sebuah negara. Dan seperti yang dapat kita lihat bahwa peningkatan dunia pariwisata saat ini sedang mengalami perkembangan yang cukup pesat.

Pariwisata Indonesia menempati posisi ke-50 dalam peringkat negara pariwisata dunia. Sedang untuk lingkup Asia, Indonesia mengalami peningkatan dari peringkat 12 menjadi 11. Dan untuk lingkup ASEAN, Indonesia tetap menempati peringkat ke-4 sejak tahun 2013-2015.

IMG_4124

Indonesia memiliki keberagaman yang sangat bervariasi, 300 suku dengan 742 dialek, 8 situs warisan dunia serta hewan-hewan endemik asli Indonesia, dan masih banyak lagi. Indonesia memiliki potensi yang begitu besar, sehingga Pemerintah membuat sektor prioritas pembangunan yang didalamnya termasuk sektor pariwisata.

Dari rencana pembangunan prioritas tersebut, ditetapkan 10 destinasi wisata prioritas yang dapat menjadi ‘Bali’ baru bagi turis lokal maupun mancanegara:
– Danau Toba, Sumatera Utara
– Tanjung Kelayang, Bangka Belitung
– Kepulauan Seribu, DKI Jakarta
– Tanjung Lesung, Banten
– Borobudur, Jawa Tengah
– Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur
– Mandalika, Nusa Tenggara Barat
– Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur
– Wakatobi, Sulawesi Tenggara
– Pulau Morotai, Maluku Utara

IMG_4135

Untuk membantu percepatan pengembangan pariwisata Indonesia, pemerintah sudah mulai membuka pintu bagi penanam modal asing di beberapa sektor pariwasata yang persentase modalnya dapat mencapai 100% seperti, Hotel bintang tiga sampai bintang lima, Wisata Bahari, Kelab Malam, Restoran, Bar, Taman Rekreasi, dsb.

Namun tentunya dengan perlu dikembangkannya beberapa destinasi wisata di Indonesia, juga perlu dikembangkan sektor lain sebagai pendukung pariwasata di Indonesia seperti kesiapan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi serta infrastruktur di sekitar destinasi wisata, kesehatan dan kebersihan, dan sektor-sektor lainnya.

Penulis : Gabriel Joseph Ivan Winata, IHTB 2014

Artikel lain