Setiap semesternya, mahasiswa Culinary Business akan mendapatkan mata kuliah studio dimana mahasiswa dapat bereksperimen dengan bebas membuat masakan yang mahasiswa ingin buat, akan tetapi tentunya harus memiliki konsep dan nilai jual di pasar sebagai seorang culinary entrepreneur. Pada semester keempat, mata kuliah studio ini bernama Advanced Food and Beverage Innovation, dimana mahasiswa diberi kesempatan untuk bereksperimen membuat masakan-masakan internasional. Sistem pembelajaran di kelas Advanced Food and Beverage Innovation adalah dengan menggunakan sistem design thinking.Kitchen Innovation Concept 

Sebelum melakukan eksperimen mahasiswa harus mengawali dengan D.E.O. (Discovery, Exploration, Observation) atau mencari informasi makanan-makanan yang unik. D.E.O. dapat dilakukan oleh mahasiswa dengan cara membaca buku resep di perpustakaan, mencari di internet, maupun langsung terjun ke pasar dengan memasuki tempat yang menjual makanan dan minuman mulai warung kaki lima sampai dengan restaurant mahal yang kemudian dituangkan di dalam Inspiration Card. Setelah melakukan D.E.O. atau eksplorasi, mahasiswa harus membuat Concept Card yang berisikan konsep makanan, sketsa makanan, dan perhitungan biaya yang akan dibuat pada saat bereksperimen dari Inspiration Card yang didapatkan. Setelah membuat Concept Card, baru mahasiswa melakukan eksperimen memasak dengan bimbingan para tutor.  Setelah itu, mahasiswa membuat Implementation Card atau perbedaan konsep dengan implementasi, kemudian masuk ke dalam sesi evaluasi dan pembelajaran. Setiap minggunya proses ini akan terus dilakukan dengan pergantian topik: masakan Asia, masakan Eropa, dan masakan Amerika. Untuk memotivasi mahasiswa, ada sistem ranking dan sistem award bagi tim yang masakannya paling baik. Bukan dilihat dari lezat atau tidaknya masakan: konsep, penampilan, dan nilai jual masakan juga mendapatkan perhatian yang sama pentingnya.

Kitchen Innovation

Selain proses memasak, mahasiswa juga harus dapat melakukan proses perhitungan food costing dengan cepat dan akurat untuk menentukan harga pokok produksi, yang nantinya digunakan untuk menentukan harga jual produk. Mahasiswa diwajibkan melakukan pembelanjaan di pasar tradisional untuk meminimalisir biaya dan memaksimalkan nilai ekonomi dari suatu makanan. Kebiasaan ini akan dibawa sampai final project dari kelas Advanced Food and Beverage Innovation yaitu berupa international street food yang akan diselenggarakan pada bulan Mei 2015, dimana mahasiswa Culinary Business angkatan 2013 akan menjual makanan jalanan yang praktis dan mudah dibawa, tentunya bertemakan masakan internasional.