Gelato berdasarkan bahan yang digunakan dan metode pembuatannya sebenarnya serupa dengan es krim, namun perbedaanya terletak pada persentase dari setiap bahan dasar yang digunakan (Latifah, 2015:1).

Berikut adalah perbandingan antara gelato dengan es krim:

  1. Gelato mengandung 6%-8% butterfat, sedangkan es krim mengandung 10%-16% butterfat (Kopfer, 2009:14). Butterfat adalah lemak yang terdapat dalam produk olahan susu atau dairy (Sørensen dkk, 2009:185).
  2. Kandungan udara dalam gelato lebih sedikit dibandingkan es krim. Jumlah udara keseluruhan yang terperangkap dalam gelato disebut dengan overrun (Clarke dalam Latifah 2015:1). Cara perhitungan overrun menurut Goff dan Hartel (2013:16):% Overrun = [(volume of productvolume of mix) / volume of mix]×100 Nilai overrun gelato berkisar 25%-40% (Goff dan Hartel, 2013:442), sedangkan es krim memiliki nilai overrun berkisar 25%-100% (Goff dan Hartel, 2013:21).
  1. Efek dari kandungan butterfat dan udara yang lebih sedikit adalah gelato memiliki tekstur yang lebih padat dan lembut dibandingkan es krim.
  2. Lemak yang banyak dalam es krim dapat menutupi rasa asli dari bahan perasanya, sehingga pada gelato yang lemaknya lebih sedikit, memiliki rasa yang lebih menonjol dan intens dibandingkan es krim (Pearce dan Zechin, 2010:11).
  3. Gelato disajikan pada temperatur yang lebih tinggi dan diproduksi dalam skala yang lebih kecil dibandingkan es krim (Marshall dalam Latifah 2015:1).

Penulis: Michael Ricky Sondak, Natasya Santosa (CBZ 2016)