Sains Pangan dalam Butter Tteok yang Crispy dan Lembut

Penulis : Felix Dhanaputra Logianwy

Gambar 1. Workshop Butter Tteok FTP UC

Roti dan cake dari Korea Selatan mulai populer dimana-mana, baik diperbincangkan di media sosial, maupun dijual di berbagai mall. Kita semua sudah pernah mendengar tentang bungeo-ppang, garlic cheese bread, dan salt bread (sogeum-ppang). Namun belakangan ini, cake bernama butter tteok mulai ramai di berbagai media sosial seperti Tiktok dan Instagram. Butter tteok terbuat dari tepung beras ketan, dan teksturnya crispy di luar namun lembut di dalam. Apakah kalian penasaran mengapa teksturnya bisa seperti itu?

Untuk menjawab pertanyaan itu, Program Studi Food Technology Program Universitas Ciputra (FTP UC) Surabaya mengadakan workshop membuat butter tteok pada tanggal 24 April 2026 (Gambar 1.). Workshop tersebut dihadiri oleh siswa-siswi dari berbagai SMA di Surabaya, dan dibimbing langsung oleh ibu dosen Muliasari Kartikawati S.TP., M.Sc., Ph.D., yang akrab disapa Ibu Lia, dalam membuat butter tteok. Sambil membuat, Ibu Lia juga menjelaskan konsep sains pangan yang terlibat dalam pembuatan butter tteok.

Ibu Lia menjelaskan bahwa tekstur crispy dari bagian luar butter tteok berasal dari proses pemanggangan pada suhu tinggi (200 ºC). Proses ini menyebabkan bagian luar dari cake mengering lebih cepat dibanding bagian dalamnya, sehingga menciptakan crust yang crispy. Selanjutnya, beliau menjelaskan bahwa bagian dalam butter tteok yang lembut disebabkan oleh proses bernama gelatinisasi, dimana pati dalam tepung beras ketan mengental dan kemudian memadat akibat panas. Seberapa lembut tekstur bagian dalam butter tteok dapat dipengaruhi dari cara mencampurkan bahan-bahan menjadi adonan.

Untuk mengujinya, kelompok siswa laki-laki diminta untuk mengaduk menggunakan mixer, sedangkan kelompok siswa perempuan mengaduk menggunakan whisk. Hasilnya? Tekstur butter tteok dari kelompok laki-laki lebih lembut dibandingkan dengan butter tteok dari kelompok perempuan (Gambar 2.). Ini disebabkan karena mixer dapat mengaduk adonan dengan lebih rata, sehingga membuat adonan cake menjadi lebih longgar dan tekstur butter tteok menjadi lebih lembut.

Gambar 2. Para peserta mencoba butter tteok yang baru dipanggang

Menarik bukan? Hanya dari sebuah tren makanan, terdapat banyak konsep sains pangan yang dapat kita pelajari darinya. Kalian dapat mempelajarinya lebih lanjut di workshopworkshop selanjutnya dari FTP UC. Jangan lupa ikuti terus update di berbagai media sosial FTP UC, dan sampai jumpa di workshop selanjutnya!

Artikel lain
Chat With Our Ambassador