Prof.Ir.Hari Purnomo M.App.Sc., Ph.D.
Program Studi Teknologi Hasil Pertanian,
Fakultas Pariwisata, Universitas Surabaya,
Surabaya, Jawa Timur.
Kesadaran masyarakat akan makanan yang aman, sehat dan halal dari tahun ke tahun makin meningkat terutama di kalangan masyarakat kota – kota metropolitan. Pemahaman masyarakat bahwa makanan dan minuman sehari – hari bukan lagi hanya sebagai pemuas selera tetapi lebih dari itu makanan dan minumannya sudah harus bergizi dan sifat fisiologisnya harus dapat memenuhi kebutuhan tubuhnya.
Semula untuk memenuhi kebutuhan maka makanan yang diasup sebaiknya mengacu pada “Empat Sehat Lima Sempurna” yaitu dari bagian dasar piramida gizi adalah karbohidrat(beras,gandum dan ubi),sumber protein dan lemak(tahu,tempe,ikan dan daging),sumber serat kasar,vitamin dan mineral(sayur-sayuran dan buah-buahan) dan susu sebagai penyempurnanya yang digambarkan di bagian puncak piramida gizi. Di era tahun 2000 kebutuhan berdasar “Empat Sehat Lima Sempurna” berubah menjadi makanan berimbang karena masing – masing orang berbeda – beda kebutuhannya yang selanjutnya pola makan berubah menjadi kombinasi makanan(food combined). Kesadaran masyarakat yang terus meningkat tentang makanan sehat telah menggeser kebutuhannya menjadikan asupan harus bukan hanya dari aspek gizi, cita rasa dan kenampakan saja tetapi harus punya sifat fungsional tertentu yang berakibat meningkatkan kesehatan bagi konsumen. Fungsi ini disebut sebagai fungsi tersier(tertiary function).
Berdasarkan fungsinya makanan dibagi dalam tiga macam fungsi yaitu yang pertama(primary function) memenuhi kebutuhan zat gizi sesuai dengan umur, jenis kelamin, aktivitas fisik dan berat badan. Sedangkan fungsi kedua(secondary function) adalah makanan tersebut harus mempunyai kenampakan yang menggugah selera dan cita rasa yang diharapkan konsumen. Selanjutnya fungsi tersier(tertiary function) dari makanan adalah makanan tersebut harus mempunyai fungsi fisiologis tertentu bagi tubuh.
Pangan Fungsional apa itu?
Pangan yang masuk dalam kelompok pangan fungsional adalah pangan yang mengandung zat – zat gizi yang dibutuhkan tubuh dan mempunyai kenampakan yang menarik juga cita rasa yang diinginkan serta memiliki sifat fisiologis yang dibutuhkan untuk kesehatan kosumen. Sebenarnya di sekitar 2000 tahun SM Hyppocrates sudah menyatakan bahwa “ LETS THY FOOD BE THY MEDICINE AND THY MEDICINE BE THY FOOD” yang dengan kata-kata umum berarti “JADIKAN MAKANANMU MENJADI OBATMU DAN OBATMU MENJADI MAKANANMU”. Perkembangan teknologi pangan telah berhasil menunjukkan bahwa pada dosis yang tepat pendapat filusuf Hyppocrates itu benar adanya tetapi kalau berlebihan menjadi tidak sehat bagi tubuh.
Jepang ditahun 1987 pertama kali mengunakan istilah pangan fungsional dalam laporan Kementerian Pendidikan berjudul:” Systematic Explanation And Development of Food Functions” dan pada tahun 1989 Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan menjelaskan definisi pangan fungsional sebagai fungsi dari makanan yang terkait dengan fungsi regular dari tubuh, pengaturan ritme fisiologis, mencegah penyakit dan mempercepat penyembuhan.” Selanjutnya istilah pangan fungsional menjadi istilah yang universal dan Jepang menyebutnya sebagai FOSHU atau Foods For Specified Health Use.
Pangan fungsional adalah makanan sehari – hari yang aman, sehat dan halal tetapi mengandung senyawa bioaktif yang memiliki sifat fisiologis spesifik bagi kesehatan. Beberapa pakar Jepang menyatakan bahwa makanan dapat disebut pangan fungsional kalau bukan berbentuk kapsul,tablet atau bubuk tetapi berbentuk produk makanan dan dapat serta layak diasup sebagai bagian dari makanan dan minuman sehari-hari. Makanan tersebut juga harus mempunyai fungsi tertentu saat dicerna yang memberikan peran dalam proses tubuh tertentu seperti memperkuat mekanisme pertahanan tubuh, mencegah penyakit tertentu, membantu mengembalikan kondisi tubuh setelah sakit tertentu, menjaga kondisi tubuh setelah sakit tertentu, menjaga kondisi fisik dan mental serta memperlambat proses penuaan.
Contoh pangan fungsional.
Beberapa contoh pangan fungsional seperti tempe yang mengandung isoflavon dan serat tercerna(reduksi kanker), tomat dan semangka yang mengandung likopen(reduksi kanker prostat dan penyakit jantung) , teh hijau yang mengandung polifenol dan tannin(reduksi kanker), brokoli yang mengandung sulforafan(reduksi kanker payu dara), salmon dan tuna mengandung omega 3 (pencegahan sakit jantung) dan lain – lain.
Pilihlah makanan dan minuman yang sehat sehingga diperoleh tubuh yang sehat dan tidak mudah terserang penyakit.





