Food Technology Adventure: Jelajahi UMKM di Rejoagung, Jember!

Camping jurusan merupakan sebuah acara yang selalu ada setiap tahunnya, kali ini mahasiswa Food Technology Program Universitas Ciputra angkatan 2024 berkesempatan mendapatkan pengalaman baru dengan berkunjung ke Desa Rejoagung, Jember. Dimana dalam satu desa tersebut terdapat banyak UMKM lokal yang bergerak di bidang pangan, mereka mengunjungi tiga UMKM lokal diantaranya:

UMKM Keripik Sukun & Marie Wijen

Kunjungan pertama, mahasiswa diajak untuk melihat langsung proses pembuatan dan mencoba mempraktikkannya. UMKM ini memproduksi keripik sukun dan marie wijen, sukun sendiri sering dianggap sebagai bahan pangan tradisional. Pengolahan keripik sukun dan marie wijen tersebut masih menggunakan alat-alat yang tradisional. Ternyata sukun dapat diolah menjadi keripik lho! Selain itu, dapat memperpanjang umur simpan dari produk itu sendiri. Sedangkan marie wijen sendiri merupakan produk yang cukup populer di pasaran.

UMKM Tempe

Siapa sih yang nggak tahu tempe? Makanan hasil fermentasi kedelai ini telah menjadi bagian dari warisan kuliner Indonesia dan semakin dikenal di kancah internasional. Di UMKM ini, mahasiswa Food Technology melihat langsung proses pembuatan tempe, mulai dari perendaman kedelai, pencampuran dengan Rhizopus oligosporus (ragi), hingga proses fermentasi selama 24–48 jam. Mahasiswa pun belajar bagaimana faktor lingkungan seperti suhu dan kelembaban berpengaruh pada keberhasilan fermentasi, yang merupakan ilmu dasar dalam teknologi pangan.

UMKM Jamu Tradisional

Mahasiswa mengunjungi UMKM yang memproduksi jamu tradisional. Di tengah maraknya tren gaya hidup sehat, minuman herbal berbasis rempah-rempah ini semakin diminati. Mahasiswa menyaksikan langsung proses ekstraksi bahan aktif dari jahe, kunyit, temulawak, dan rempah lainnya untuk menghasilkan jamu yang berkhasiat. Mahasiswa juga diajak mencoba langsung jamu tradisional. UMKM memanfaatkan teknologi sederhana serta tren jamu dalam kemasan modern juga menjadi strategi menarik untuk menjangkau generasi muda tanpa meninggalkan nilai tradisional.

Camping jurusan kali ini bukan hanya tentang bersenang-senang dan menikmati suasana pedesaan, tetapi juga memberi banyak pelajaran bagi mahasiswa Food Technology Program:

  • Pentingnya Inovasi
    UMKM yang berkembang adalah mereka yang mampu berinovasi, baik dalam hal produk maupun strategi pemasaran. Dari tempe hingga jamu, semua produk bisa memiliki nilai lebih jika dikembangkan dengan pendekatan teknologi pangan yang tepat.
  • Peluang Pangan Lokal di Pasar Global
    Keripik sukun dan marie wijen adalah contoh bagaimana bahan lokal bisa memiliki potensi besar jika dikemas dan dipasarkan dengan baik. Hal ini membuka peluang bagi mahasiswa untuk mengembangkan produk berbasis pangan lokal dengan daya saing tinggi.
  • Teknologi Pangan Berperan Besar dalam Keberlanjutan UMKM
    Mulai dari pengolahan, fermentasi, hingga packaging, semua aspek ini membutuhkan pendekatan teknologi pangan agar produk lebih awet, higienis, dan menarik bagi konsumen.

Camping ke UMKM di Desa Rejoagung ini membuktikan bahwa belajar tidak selalu harus di kelas atau laboratorium. Mengunjungi langsung pelaku usaha memberikan wawasan lebih luas tentang tantangan dan peluang di dunia industri pangan.

Siapa tahu, di masa depan, kamu bisa menjadi bagian dari perubahan besar dalam industri pangan Indonesia! Jadi, giliranmu berkontribusi untuk pangan lokal?

Artikel lain
Chat With Our Ambassador