
Mahasiswa Teknologi Pangan Universitas Ciputra Surabaya Semester 7 dan 5 berkolaborasi dengan PT. Indesso dalam penyuluhan terkait pentingnya sanitasi dan hygiene. Petani nilam di Lumajang berperan dalam menghasilkan minyak nilam yang berkualitas tinggi untuk digunakan dalam industri parfum, aromaterapi, serta menjadi BTP (Bahan Tambahan Pangan) di PT. Indesso. Namun, selama proses budidaya nilam hingga penyulingan, sanitasi dan hygiene seringkali kurang diperhatikan. Hal tersebut yang dapat menyebabkan turunnya kualitas panen dan kesehatan para petani. Sanitasi dan hygiene yang buruk dapat menyebabkan kontaminasi pada minyak nilam, penurunan kualitas produk, serta resiko penyakit akibat lingkungan yang kurang bersih. Oleh karena itu, dilakukan sosialisasi kepada masyarakat yang berfokus pada peningkatan kesadaran pentingnya sanitasi dan hygiene untuk membantu petani nilam meningkatkan kualitas produksi mereka.
Edukasi Sanitasi & Hygiene bagi Petani Nilam di Lumajang
Upaya meningkatkan kualitas produksi dan kesejahteraan petani nilam dengan pendekatan edukatif dan mudah dimengerti. Kegiatan tersebut membahas beberapa hal meliputi:
- Penjelasan mengenai Personal Hygiene dan Lingkungan Panen.
Pentingnya mencuci tangan sebelum dan sesudah panen tanaman nilam, menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti masker dan sarung tangan selama proses penyulingan, serta menjaga kebersihan area produksi untuk menghindari kontaminasi bahan baku. - Penerapan Sanitasi di Area Produksi.
Penggunaan alat dan bahan dengan kebersihan yang terjaga dan pengelolaan limbah hasil penyulingan agar tidak mencemari lingkungan sekitar. - Pengolahan yang Higienis.
Penyimpanan daun nilam di tempat yang bebas kontaminasi dan kering, menggunakan wadah yang bersih untuk menjaga kualitas hasil distilasi minyak nilam. - Penyuluhan Kesehatan bagi Petani Nilam.
Bahaya tidak menjaga kebersihan diri yang dapat berdampak bagi hasil panen, pola hidup sehat untuk meningkatkan produktivitas kerja, dan pencegahan berbagai penyakit akibat lingkungan kerja yang kurang bersih.
Petani nilam di Lumajang diharapkan dapat menerapkan standar sanitasi dan hygiene yang lebih baik untuk menghasilkan minyak nilam yang lebih berkualitas. Sanitasi dan hygiene bukan hanya untuk kebersihan melainkan bagian penting dalam teknologi pangan dan investasi jangka panjang untuk para petani menghasilkan produk yang berkualitas, kesehatan petani, serta meningkatkan daya saing industri minyak nilam. Teknologi pangan berperan dalam solusi inovatif untuk meningkatkan kualitas produk yang berbasis bahan alam seperti nilam. Dengan adanya pengabdian masyarakat ini diharapkan petani dapat lebih memahami pentingnya menerapkan sanitasi dan hygiene.




